BBPOM Denpasar Gandeng KPID Awasi Iklan Obat dan Makanan

BBPOM Denpasar menggandeng Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Bali untuk mengawasi iklan obat dan makanan, khususnya di radio dan televisi

BBPOM Denpasar Gandeng KPID Awasi Iklan Obat dan Makanan
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Kepala BBPOM Denpasar, I Gusti Ayu Aryapatni saat ditemui media usai melakukan sosialisasi dalam rangka perkuatan pengawasan dan tindak lanjut pengawasan iklan di Aula BBPOM Denpasar, Rabu (6/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banyaknya iklan obat dan makanan yang melanggar, membuat Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar bertindak tegas.

Kali ini, BBPOM Denpasar menggandeng Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Bali untuk mengawasi iklan obat dan makanan, khususnya di radio dan televisi.

Kepala BBPOM Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan, pihaknya sering mengawasi iklan obat dan makanan baik di radio maupun televisi yang tidak memenuhi persyaratan.

Baca: BKF Diharapkan Mampu Menarik Kembali Wisatawan China

Baca: BREAKING NEWS: Kejati Bali Tangkap Alay di Hotel Tanjung Benoa, Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Setelah ditelusuri, kata Aryapatni, ternyata keberadaan iklan itu tidak dibuat produsennya sendiri, melainkan oleh pihak distributor.

"Jadi tidak langsung lah memberi efek penurunan iklan yang memenuhi syarat, jadi kami berpikir mungkin perlu menggandeng KPID sehingga bisa mengadu (atau) membuat tembusan tidak lanjut, sehingga iklan yang tidak memenuhi syarat itu bisa dihentikan," jelasnya.

Baca: Citilink Indonesia Tunda Pemberlakuan Bagasi Berbayar

Baca: Iklan Obat Tradisional Paling Banyak Melanggar Aturan, Begini Penjelasan BBPOM Denpasar

Hal itu Aryapatni jelaskan saat ditemui awak media usai melaksanakan sosialisasi dalam rangka perkuatan pengawasan dan tindak lanjut pengawasan iklan di Aula BBPOM Denpasar, Rabu (6/2/2019).

Kerja sama itu juga dilakukan karena BBPOM Denpasar tidak punya kewenangan untuk memberikan hukuman kepada media yang mengiklankan produk yang tidak memenuhi syarat.

Baca: Fans Fanatik Nilai Bali United Bisa Juara Musim 2019 dengan Materi Pemain Saat Ini

Baca: Polisi Gerebek Rumah Selebgram Reva Alexa di Jalan Danau Belinda, Ada Seorang Pria dan Barang ini

Menurutnya, hal itu adalah wewenang KPID sehingga BBPOM Denpasar mengajaknya untuk bersinergi sehingga pengawasan iklan obat dan makanan bisa lebih optimal.

Sampai saat ini, kerja sama ini masih dalam tahap pembahasan Memorandum of Understanding (MoU) untuk menentukan langkah-langkah ke depan seperti apa yang akan dijalankan.

Baca: Jabatan Disesuaikan dengan Pendidikan dan Pengalaman, Gubernur Lantik 373 Pejabat Baru Pemprov Bali

Baca: Putri Bupati Gianyar Sabet Juara Putri Remaja Bali, Penghargaan Pertama Gek Diah di Bidang Modeling

Aryapatni berharap kerja sama ini cepat bisa terjalin sehingga iklan-iklan yang 'nakal' bisa segera ditindak.

"Mudah-mudahan sih cepat ya. Mudah-mudahan nggak sampai berbulan-bulan. Tapi saya sih sudah tangkap komitmen bapak ketua KPID untuk bekerja sama. Mudah-mudahan cepat selesai sehingga bisa cepat bertindak," harapnya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved