Siswi SMP di Tabanan Diam-diam Dijemput di Depan Rumah dan Pergi Bersama Pria Beristri

Pria yang sudah beristri ini nekat membawa pergi dan menyetubuhi anak di bawah umur berinisial NKN (16) di rumahnya, Sabtu (2/2) malam.

Siswi SMP di Tabanan Diam-diam Dijemput di Depan Rumah dan Pergi Bersama Pria Beristri
Dok Polsek Pupuan
Pelaku tampak duduk mengenakan pakaian tahanan usai diamankan polisi Sabtu (2/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - I Komang Linggih Anggara Jaya (33) diamankan polisi Polsek Pupuan di rumahnya di Desa Munduktemu, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Senin (4/2) sore.

Pria yang sudah beristri ini nekat membawa pergi dan menyetubuhi anak di bawah umur berinisial NKN (16) di rumahnya, Sabtu (2/2) malam.

Diduga kuat pelaku berhasil melakukan hal tersebut lantaran bujuk rayunya terhadap korban karena akan dibelikan pulsa handphone dan dijanjikan akan dinikahi.

Baca: Kronologi Tabrakan Maut Beruntun di Desa Angantaka, Tubuh Made Raditya Seketika Terhempas

Menurut informasi yang diperoleh, korban yang masih duduk di bangku SMP itu dan pelaku sudah saling mengenal sejak tiga bulan yang lalu lewat media sosial Facebook.

Terungkapnya kasus tersebut bermula saat korban berada di kamarnya dan akan tidur, Sabtu (2/2) malam sekitar pukul 19.30 Wita.

Saat itu adik korban datang ke kamar korban karena ingin tidur bersama kakaknya.

Namun beberapa saat kemudian NKN mengaku akan buang air kecil ke kamar mandi.

Baca: Diduga Cekcok dengan Istri, Putra Pejabat di Gianyar Bunuh Diri, Begini Kronologinya

Hanya saja korban justru lama tak kembali dari kamar mandi hingga adik korban berniat untuk mencarinya ke kamar mandi.

Sayangnya korban sudah tak ada di kamar mandi.

Merasa curiga, adik korban langsung memberitahukan orangtuanya bahwa kakaknya tak kunjung kembali dari kamar mandi.

Mendengar hal tersebut, orangtua korban pun langsung mengecek ke kamar mandi hingga mencari ke jalan raya, namun tak juga ditemukan.

Baca: Terjun ke Laut Selamatkan Diri, Boat Terhantam Gelombang dan Tenggelam di Broken Beach

Merasa curiga dan takut terjadi hal negatif pada anaknya, keluarga korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Pupuan dengan laporan orang hilang meninggalkan rumah tanpa izin, Minggu (3/2) sekitar pukul 10.00 Wita.

Keluarga korban pun resah memikirkan keadaan dan kondisi korban.

Hingga akhirnya, ada informasi dari salah satu Kelihan Dinas bahwa korban NKN berada di rumah pelaku di Desa Munduktemu, Pupuan.

Mengetahui hal tersebut, Polsek Pupuan pun langsung menuju lokasi dan memang benar korban berada di rumah pelaku.  

Tak berselang lama, pelaku dan korban pun kemudian digiring menuju Polsek Pupuan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dalam keterangan korban, ia mengaku bahwa sudah dijemput oleh pelaku di depan rumah ketika korban mengaku akan buang air kecil ke kamar mandi.

Berhasil mengajak korban keluar rumah, pelaku kemudian mengajak ke rumahnya untuk selanjutnya melakukan hubungan layaknya suami istri.

“Sudah kami amankan kemarin (Senin). Sekarang masih mendalami keterangan pelaku,” kata Kasatreskrim Polres Tabanan, AKP Decky Hendra Wijaya, Selasa (4/2).

Decky melanjutkan, dari hasil introgasi awal terhadap pelaku, ia mengaku membujuk rayu korban dengan mengajak menikah.

Mungkin, kata dia, karena bujukan tersebut korban akhirnya mau diajak ke rumah pelaku.

“Tapi kami masih dalami keterangannya dulu,” ucapnya seraya mengatakan mengenai motif pelaku masih didalami polisi.

Ia menegaskan bahwa pelaku sudah memiliki istri dan satu anak.

Hanya saja istrinya sudah pulang ke rumah orangtuanya karena sesuatu dan lain hal dalam rumah tangga pelaku. (*) 

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved