DPP Peradah Bali: Porsi Pembangunan SDM Pemuda Bali di Desa Masih Minim

DPP Peradah Indonesia Bali siap turun ke desa melalui program Peradah Masuk Desa yang menyasar desa pakraman

DPP Peradah Bali: Porsi Pembangunan SDM Pemuda Bali di Desa Masih Minim
DPP Peradah Bali
Rapat Kerja Daerah VII Peradah Indonesia Bali di Gedung PHDI Bali, Denpasar, Selasa (6/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dewan Pimpinan Provinsi Perhimpunan Pemuda Hindu (DPP Peradah) Indonesia Bali siap turun ke desa.

Gerakan tersebut dikukuhkan dalam program Peradah Masuk Desa yang menyasar desa pakraman di Bali.

Program tersebut merupakan salah satu unggulan dari puluhan program kerja yang siap direalisasikan selama satu periode kepengurusan DPP Peradah Indonesia Bali 2018-2021.

Baca: Kunjungan Wisatawan China Menurun, Penyedia Jasa Water Sport Lirik Pasar India

Baca: Di Balik Fenomena Prostitusi Online, Hotman Paris Ungkap Sebagai Upaya Melancarkan Bisnis & Proyek

Ketua DPP Peradah Bali, Komang Agus Widiantara mengatakan, program tersebut tujuannya meningkatkan kehadiran organisasi yang hampir berumur 35 tahun itu.

"Bentuknya nanti bisa berupa sosialisasi, dharmatula, dan kegiatan-kegiatan lain yang kita sinergikan dengan masyarakat di desa, termasuk sekaa teruna yang semestinnya menjadi corong terdepan menjaga Hindu di Bali," katanya dalam Rapat Kerja Daerah VII Peradah Indonesia Bali di Gedung PHDI Bali, Denpasar, Selasa (5/2/2019).

Di sisi lain, program itu dicanangkan sebagai respons pembangunan desa yang selama ini dinilai lebih banyak bertumpu pada pembangunan fisik.

Baca: Waspada, Ternyata Flu Dapat Meningkatkan Kemungkinan Terkena Stroke

Baca: Ramalan Zodiak Rabu, 6 Februari 2019: Capricorn Mulai Panik, Leo Bingung

Sementara, pembangunan-pembangunan yang bersifat pengembangan SDM hingga skill khususnya pemuda masih mendapat porsi yang kecil.

"Saat ini kebanyakan pembangunan desa itu diarahkan untuk program pembangunan, anggarannya untuk merenovasi pura atau pembangunan sarana-sarana fisik, hanya sedikit yang diarahkan untuk peningkatan sumber daya manusia," katanya.

Sementara itu, selain program Peradah Masuk Desa, juga ada Peradah Goes to School & Campus, Literasi Milenial Bali, Pelatihan Keriwausahaan, Dharmaduta Go Digital, Peradah Ngejot, Gerakan Kedas Sampah Plastik (Gedastik), hingga Diklat Advokasi dan pembentukan Klinik Hukum Hindu.

Baca: Sambangi Desa Hingga Bedeng Galian C, Polisi Selidiki Orangtua Pembuang Bayi Laki-laki di Kusamba

Baca: Cerita Soal Ahmad Dhani, Mulan Jameela Menangis di ILC: ‘Pasti Sedih, Saya Kecewa’

"Diklat Advokasi dan pembuntuakan Klinik Hukum Hindu disiapkan untuk mengadvokasi masalah-masalah keagamaan dan adat yang selama ini banyak terjadi di Bali," katanya.

Rankerda yang dihadiri oleh kader Peradah se-Bali tersebut juga untuk konsolidasi dan sinergi program dengan pengurus Peradah di tiap-tiap kabupaten atau kota dan organ pemuda serta mahasiswa.

Pada kesempatan tersebut, Peradah Bali juga memetakan kabupaten dan kota yang potensial dan mesti mendapatkan perhatian khusus seperti Denpasar, Badung, Jembrana dan Karangasem.

"Kabupaten dan kota ini kami pandang memiliki persoalan sosial, budaya, ekonomi, dan SDM yang wajib mendapat perhatian dari pengurus Peradah di daerah," imbuhnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved