FAKTA BARU Tentang Likuifaksi di Palu : NASA Ungkap Ada Kecepatan Yang Sangat Tinggi

Getaran yang tercipta jauh lebih kuat ketimbang pada gempa bumi yang lebih lambat.

FAKTA BARU Tentang Likuifaksi di Palu : NASA Ungkap Ada Kecepatan Yang Sangat Tinggi
(Dok. Humas Pemprov Jawa Tengah)
Kondisi di Petobo Baru, Palu Selatan, Kota Palu, Senin (15/10/2018) 

TRIBUN-BALI.COM -Ilmuan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA mengungkap fakta terbaru mengenai bencana Likuifaksi di Kampung Petobo dan gempa palu di Sulawesi Tengah yang terjadi pada 28 September 2018 lalu.

Gempa Bumi yang meluluhlantakkan Palu disusul tsunami dan Likuifaksi yang menewaskan 2.086 jiwa dengan total kerugian mencapai Rp 18,48 triliun, ternyata tergolong peristiwa langka yang cuma terjadi sebanyak 15 kali dalam catatan sejarah geografi.

Ilmuan Laboratorium Propulsi Jet atau JPL NASA mengklaim, gelombang seismik bergerak menelusuri sesar Bumi dengan kecepatan super yang memecahkan batas kecepatan geologis.

Studi yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature Geoscience itu mengungkap retakan bergerak di sepanjang sesar dalam kecepatan yang sangat tinggi dan memicu gelombang naik turun atau sisi ke sisi yang mengguncang permukaan tanah dan menyebabkan Likuifaksi.

Hasil studi ini sejalan dengan kesaksian korban selamat dari neraka lumpur Likuifaksi yang menelan nyawa dan harta warga di kawasan Balaroa, Petobo dan Jono Oge. 

Kondisi Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang terendam lumpur yang keluar dari perut bumi pasca-gempa bermagnitudo 7,4 pada Jumat (28/9/2018).
Kondisi Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang terendam lumpur yang keluar dari perut bumi pasca-gempa bermagnitudo 7,4 pada Jumat (28/9/2018). ((KOMPAS.com/ROSYID A AZHAR))

Getaran yang tercipta jauh lebih kuat ketimbang pada gempa bumi yang lebih lambat.

Untuk mengungkap temuan tersebut ilmuwan menganalisa pengamatan resolusi tinggi spasial terhadap gelombang seismik yang disebabkan gempa bumi, radar satelit dan citra optis.

Metode ini diperlukan buat menghitung kecepatan, tempo dan tingkat magnitudo gempa berkekuatan 7,5 pada skala Richter di Sulawesi Tengah.

Menurut JPL, gempa di Palu bergerak dalam kecepatan stabil, yakni 14,760 km per jam, dengan getaran terbesar terjadi selama satu menit.

Gempa bumi biasanya terjadi dalam kecepatan antara 9.000 hingga 10,800 km per jam.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved