Kenalkan Tari Legong di Afrika Selatan, Denpasar Targetkan MoU 'Sister City' dengan Cape Town

Sejumlah ikon budaya Bali seperti Tari Legong, Tari Sekar Jagat dan Tari Baris Tunggal mulai diperkenalkan di Afrika Selatan

Kenalkan Tari Legong di Afrika Selatan, Denpasar Targetkan MoU 'Sister City' dengan Cape Town
Humas Pemkot Denpasar
Tim Kesenian Kota Denpasar dibawah pimpinan Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya saat berfoto bersama dalam kegiatan Latter of Intent (LoI) di Kota Mossel Bay, Cape Town, Afrika Selatan, Jumat (1/2/2019) lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah ikon budaya Bali seperti Tari Legong, Tari Sekar Jagat dan Tari Baris Tunggal mulai diperkenalkan di Afrika Selatan, tepatnya di Kota Mossel Bay, Cape Town.

Ini berkat adanya jalinan kerja sama 'Sister City' yang dibangun Dinas Kebudayaan Pemkot Denpasar dengan pemerintah Kota Mossel Bay selama ini.

Memasuki tahun 2019, ditargetkan jalinan kerja sama yang semula bersifat Letter of Intent (LoI) menjadi Memorandum of Understanding (MoU).

Baca: Hoax Banyak Bermunculan, Guru Harus Jadi Teladan Filter Informasi

Baca: Manhattan Associates Prediksi 5 Tren yang akan Terjadi pada Dunia Ritel di Tahun 2019

"Saat ini kami sedang menjajaki peningkatan kerja sama intensif, dari LoI menjadi MoU, sehingga cakupanya menjadi lebih luas dan memberikan kemanfaatan maksimal bagi kedua negara," ungkap Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya.

Ia menuturkan, Tim Kesenian Kota Denpasar telah diberangkatkan ke Afrika Selatan sejak Jumat (1/2/2019) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, mereka telah memperkenalkan seni budaya Bali, diantaranya Tari Legong, Tari Sekar Jagat dan Tari Baris Tunggal.

Baca: Unik, Akulturasi Budaya Tionghoa dan Bali di Vihara Dharmayana Kuta

Baca: FAKTA BARU Tentang Likuifaksi di Palu : NASA Ungkap Ada Kecepatan Yang Sangat Tinggi

Selain itu, juga dilakukan penanaman bibit pohon di Dias Museum sebagai simbol kerja sama antara Kota Denpasar dan Kota Mossel Bay.

Lebih lanjut dikatakan Eddy, dengan adanya MoU ini tentu akan memberikan peluang terbukanya akses kerja sama di sejumlah sektor penting, seperti halnya pariwisata, perdagangan, investasi, pemberdayaan komunitas lokal serta ekonomi kreatif.

"Tentunya kami berharap peluang-peluang di berbagai sektor mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi pembangunan kota menuju kesejahteraan rakyat," paparnya.

Baca: Tidak Ikut Giat Ngayah, Personel Polres Klungkung Dihukum Push Up

Baca: Desember 2018 Lalu, Penerbangan Internasional dari Bandara Ngurah Raih Naik 6,02 Persen

Sementara, Eksekutif Mayor Kota Mossel Bay, Ald H Levendal mengatakan, dengan adanya peningkatan kerja sama ini diharapkan dapat menjadi ajang pertukaran budaya, sesuatu yang kiranya dapat diterapkan bagi pembangunan Kota Mossel Bay.

Sehingga upaya memberikan manfaat untuk kesejahteraan rakyat dapat terus dimaksimalkan.

Baca: Narkoba Telah Masuk ke Tingkat Banjar, Kaling Diminta Pantau Aktivitas Truna-truni di Banjar

Baca: Doorprize 12 Sepeda Motor di Vihara Satya Dharma akan Diundi saat Cap Go Meh

Pihaknya turut menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi Kota Denpasar pada Dias Port Festival 2019 yang mengangkat tema 'Where Cultures Meet'.

"Kami sangat mendukung dan menyambut baik adanya peningkatan kerja sama Sister City dari LoI menjadi MoU untuk mendukung pengembangan dan pembangunan Kota Mossel Bay," jelasnya sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis Humas Kota Denpasar. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved