Pasangan ABG Lakukan Hal Tak Terpuji di Lima Penginapan di Jembrana

Keduanya dijatuhi hukuman sembilan bulan penjara atas perbuatan kejahatan yang dilakukannya

Pasangan ABG Lakukan Hal Tak Terpuji di Lima Penginapan di Jembrana
ABC
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Pasangan muda-mudi Mochamad Perdana Hadi Putra (20) warga Kerobokan Kaja Kuta Utara Badung dan Lailatur Rochmawati (23) warga Sading Mengwi Badung, menjalani sidang vonis atau putusan, di PN Negara, Rabu (6/2/2019).

Keduanya dijatuhi hukuman sembilan bulan penjara atas perbuatan kejahatan yang dilakukannya.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Fakhrudin Said Ngaji, dengan hakim anggota Mohammad Hasanuddin Hefni dan Alfan Firdauzi Kurniawan.

Baca: BREAKING NEWS: Kejati Bali Tangkap Alay di Hotel Tanjung Benoa, Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Fakhrudin Said Ngaji, dalam amar putusannya menyatakan kedua terdakwa bersalah atas perbuatan pencurian.

Atas hal ini, Majelis hakim pun memutus keduanya dengan hukuman kurungan penjara selama sembilan bulan dipotong masa hukuman kedua terdakwa selama ditahan di Mapolres dan menjalani persidangan.

2
Kedua Tersangka. (Tribun Bali/I Made Ardhiangga).

"Dengan ini memutus kedua terdakwa bersalah dan menjatuhi hukuman kurungan pejara selama sembilan bulan," ucap Odi, kemarin.

Baca: Gadis SMP Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandungnya saat Sang Ibu di Malaysia

Vonis hakim sendiri, lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Gedion Ardana Reswari selama satu tahun.

Gedion mengatakan, pihaknya menerima keputusan hakim.

Pertimbangan lain ialah terdakwa atau terpidana, menyesali perbuatannya.

Baca: Polisi Gerebek Rumah Selebgram Reva Alexa di Jalan Danau Belinda, Ada Seorang Pria dan Barang ini

Kemudian, berjanji tidak mengulangi, bahkan barang curian telah dikembalikan ke korban.

2
Tersangka perempuan sendirian saat di sel tahanan. (Tribun Bali/I Made Ardhiangga).

"Nah itu pertimbangan meringankan," jelasnya.

Kasus ini bermula, ketika keduanya kompak menggarong barang-barang penginapan, untuk kebutuhan ekonomi mereka.

Keduanya ditangkap atas beberapa aksi pencurian atau menggarong barang milik beberapa penginapan di Jembrana.

Terhitung, sudah lima kali aksi yang diakui oleh kedua tersangka.

Modusnya, mereka menyaru (menyamar) menjadi tamu di penginapan targetnya.

Usai menggarong mereka pun menjual barang curian, yang digunakan untuk kebutuhan mereka sehari-hari.

Penginapan yang berhasil digarong keduanya, ialah penginapan Jelita di Banjar Bale Agung Mendoyo, yang disatroni pada (17/10/2018) lalu.

Kemudian, Penginapan Widja di Desa Air Kuning Kecamatan Jembrana, Penginapan Dea di BB Agung Negara, Penginapan Taman Jembrana di Melaya dan Penginapan D&Y di Desa Delod Berawah, Mendoyo.

Mereka ini mengambil batang elektornik, uang dan beberapa barang lainnya.

Sedangkan untuk mobil adalah mobil sewaan yang per minggunya disewa Rp 1,1 juta.

Dan digunakan tersangka untuk menjalankan aksinya.

Sebelumnya, kasus ini terungkap ketika salah satu pelapor atau pemilik penginapan, I Ketut Sada, pemilik penginapan Jelita, melaporkan kejadian, bahwa kehilangan dua unit TV Led 32 inci, uang tunai Rp 732 ribu, handphone, dan mobil daihatsu Datsun DK 1022 OB. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved