5 Fakta Kematian Taruna ATKP Makassar, Gara-gara Helm hingga Tubuh Penuh Luka Lebam

Dari hasil penyelidikan polisi, MR diduga telah melakukan penganiayaan kepada korban hanya karena masalah helm

5 Fakta Kematian Taruna ATKP Makassar, Gara-gara Helm hingga Tubuh Penuh Luka Lebam
net
Ilustrasi Penganiayaan. 

TRIBUN-BALI.COM, MAKASSAR - Polisi telah menetapkan MR (21) sebagai tersangka dalam kasus kematian Aldama Putra Pangkolan (19).

MR adalah kakak senior dari Aldama di Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP), Makassar.

Dari hasil penyelidikan polisi, MR diduga telah melakukan penganiayaan kepada korban hanya karena masalah helm.

Sementara itu, pihak kampus ATKP Makassar sempat menjelaskan, kematian korban karena terjatuh di kamar mandi.

Namun, pihak keluarga tidak percaya setelah melihat kondisi tubuh korban yang penuh luka lebam.

Polisi tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka dalam kasus tersebut setelah penyelidikan intensif.

Baca fakta lengkapnya berikut ini.

1. Gara-gara helm, Aldama tewas dianiaya kakak seniornya

Kepala Polrestabes Makassar, Kombes Polisi Dwi Ariwibowo merilis kasus tewasnya seorang taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar yang dianiaya seniornya, Selasa (5/2/2019).
Kepala Polrestabes Makassar, Kombes Polisi Dwi Ariwibowo merilis kasus tewasnya seorang taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar yang dianiaya seniornya, Selasa (5/2/2019). (KOMPAS.com/Hendra Cipto)

Kepala Polrestabes Makassar Kombes Polisi Dwi Ariwibowo mengatakan, kasus ini terungkap setelah pihak keluarga curiga dengan kematian korban yang penuh dengan luka lebam.

Baca: Dulu Berpenghasilan Sejuta Dollar, Mantan Model Majalah Vogue Ini Kini jadi Gelandangan

Baca: Adik Jupe Marah Nama Perez Dicatut Muncikari Prostitusi Online

“Jadi korban ini hanya tidak mengenakan helm di dalam kampus sepulang dari Izin Bermalam Luar (IBL) yang dilakukan setiap Sabtu dan Minggu. Pada Minggu malam itu, korban pulang ke kampus dan kedapatan oleh seniornya. Selanjutnya korban dibawa masuk ke dalam sebuah barak dan di situlah dianiaya oleh seniornya,” kata Kepala Polrestabes Makassar Kombes Polisi Dwi Ariwibowo, Minggu (3/2/2019).

Halaman
1234
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved