Dibelakang Suami, Luh Sri Famila Kerap Lakukan Hal ini, Akui Khilaf hingga Ketagihan

Dibelakang Suami, Luh Sri Famila Kerap Lakukan Hal ini, Akui Khilaf hingga Ketagihan

Dibelakang Suami, Luh Sri Famila Kerap Lakukan Hal ini, Akui Khilaf hingga Ketagihan
Tribun Jateng
Ilustrasi pesta narkoba. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA- Berawal dari coba-coba, Luh Sri Famila Wati alias Mila kini harus berurusan dengan polisi.

Wanita yang tinggal di jalan Pulau Sumatra Ganga III, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng ini diciduk lantaran terbukti mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP I Ketut Suparta Kamis (7/2/2019) siang mengatakan, Mila ditangkap saat tengah mengambil sabu pesanannya di wilayah Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar Buleleng.

Baca: Koster: Transport Lokal Bali Akan Gunakan Aplikasi Online, Ini Penjelasan Lengkapnya

Dari tangannya polisi berhasil menyita 0.37 gram brutto sabu yang ia sembunyikan di balik bungkus rokok warna putih.

"Kami tangkap yang bersangkutan pada Senin (21/1/2019). Pengakuannya sabu itu dibeli dari orang yang tidak dikenal dengan sistem tempel seharga Rp 200 ribu," kata AKP Suparta.

d
Polisi menunjukkan barant bukti sabu yang disita dari tangan tersangka Mila dan Agus, Kamis (7/2). (Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani 

Sementara dihadapan awak media, pelaku Mila mengaku jika barang haram itu ia pesan melalui HP.

Baca: Gadis SMP Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandungnya saat Sang Ibu di Malaysia

Selama mengonsumsi narkoba, Mila melakukannya secara sembunyi-sembunyi, agar tidak diketahui oleh sang suami.

"Barangnya saya ambil pakai sistem tempel. Mau dipakai sendiri. Saya hanya kepingin (ketagihan) aja. Saya tidak pakai di rumah. Saya khilaf," singkatnya.

Selain Mila, polisi juga mengamankan seorang pengedar sabu bernama I Gede Agus Dita Saputra alias Agus (32).

Baca: Ahok Tiba di Bali Sore ini, Berikut Segudang Kegiatannya Selama 5 Hari di Bali

Dari tangkapan ini, polisi berhasil menyita sebanyak tujuh paket sabu siap edar, dengan berat total 2.63 gram brutto.

Barang-barang haram itu diakui Agus dikirim oleh rekannya yang mendekam di Lapas Kerobokan Denpasar, sejak tanggal 15 Januari 2019 lalu.

Halaman
1234
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved