Ini 3 Tantangan PMI Kota Denpasar Tahun 2019, dari Donor Darah hingga Bentuk Tim Sibad

Tantangan PMI di tahun 2019 yaitu bidang kemanusiaan seperti donor darah, menggarap relawan yang kurang optimal bekerja, dan membangun tim Sibad

Ini 3 Tantangan PMI Kota Denpasar Tahun 2019, dari Donor Darah hingga Bentuk Tim Sibad
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
PMI Kota Denpasar gelar Musyawarah Kerja Kota (Mukerkot) PMI Kota Denpasar Tahun 2019, di Gedung Dharma Wanita Shanti Graha, Denpasar, Jumat (8/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRUBUN-BALI.COM, DENPASAR - PMI Kota Denpasar gelar Musyawarah Kerja Kota (Mukerkot) PMI Kota Denpasar Tahun 2019, yang membahas evaluasi program kerja tahun 2018, rencana program kerja tahun 2019 dan rencana usulan tahun 2020 PMI Kota Denpasar oleh masing-masing Wakil Ketua Pengurus Bidang I, II, III dan Bidang Sekretariat PMI Kota Denpasar, di Gedung Dharma Wanita Shanti Graha, Denpasar, Jumat (8/2/2019).

I Made Sudhana Satrigraha, Ketua PMI Kota Denpasar menyebutkan, tahun 2019 akan memfokuskan membangun rasa kerelawanan masyarakat dan membangun relawan di tingkat desa yaitu Siaga Bencana Tingkat Desa (Sibad).

Baca: Setiap Armada Harus Dilengkapi Tong Sampah, Suwirta Evaluasi Program Angkutan Siswa Gratis

Baca: Terkenal Sadis Dan Resahkan Masyarakat, Ternyata Geng 69 Menangis Di Hadapan Orangtuanya

"Banyak hal di tahun 2018. Kegiatan-kegiatan kepada masyarakat yang membentuk program membangun rasa kerelawanan masyarakat. Jadi, itu yang akan menjadi fokus kami di tahun 2019,"

"Relawan mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi ada hampir 10%. Dan kami sedang membangun relawan di tingkat desa yang disebut Sibad," ujarnya.

Dia menambahkan, tantangan PMI di tahun 2019 yaitu bidang kemanusiaan seperti donor darah, menggarap relawan yang kurang optimal bekerja, dan membangun tim Sibad.

Baca: Tak Bayar Pajak hingga Rp 1 M Lebih, Tempat Usaha di Seminyak Dipasang Spanduk Peringatan

Baca: Cek di Sini Panduan Lengkap Pendaftaran PPPK 2019 di sscn.bkn.go.id, Begini Syarat Lengkapnya

"Karena roh dari PMI itu adalah relawan. Provinsi Bali selalu menjadi acuan bagi PMI pusat untuk membantu musibah-musibah di luar pulau. Seperti contoh di Lombok dan Palu itu PMI Provinsi Bali diminta untuk menyiapkan relawan,"

"Tantangan tahun 2019 itu banyak aspek yang ditangani. Bidang kemanusiaan sendiri misalnya tentang donor darah. Dengan adanya komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk menggarap donor darah itu memenuhi syarat yang baik, jadi kami tentu mindset pengambilan donor darah kemarin-kemarin harus diubah dengan pola yang memenuhi syarat kesehatan,"

"Berikutnya itu menggarap relawan-relawan yang tidak dan kurang optimal bekerja di setiap elemen, itu kami garap dengan memberikan penyegaran-penyegaran,"

Baca: Ibu Bayi Kembar Divonis 10 Tahun, Lakukan Kekerasan hingga Anaknya Meninggal

Baca: Internet Tetap Padam saat Nyepi, Majelis Lintas Agama Tandatangani Seruan Bersama

"Dan yang paling penting dengan rencana kami untuk membangun Siaga Bencana Tingkat Desa (Sibad) itu adalah menggerakkan rasa kemanusiaan masyarakat desa, yang nanti bergilir menjadi kader-kader relawan. Itu tantangan di tahun 2019," paparnya.

Selain penyampaian evaluasi program kerja tahun 2018, rencana program kerja tahun 2019 dan rencana usulan tahun 2020 PMI Kota Denpasar, juga diadakan diskusi dan tanya jawab serta pengambilan keputusan.

Adapun peserta Mukerkot kurang lebih 25 orang terdiri dari Pengurus PMI Kota Denpasar, Perwakilan Pengurus PMI Kecamatan PMI Kota Denpasar, Ketua Forum Relawan (FORREL) se-Kota Denpasar, Ketua Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) PMI Kota Denpasar.(*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved