Kasus DBD di Bali Capai Angka 152 Pada Januari, Buleleng yang Paling Banyak

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya mengatakan kasus Demam Berdarah (DBD) di Bali, mengalami peningkatan pada bulan Januari

Kasus DBD di Bali Capai Angka 152 Pada Januari, Buleleng yang Paling Banyak
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya saat ditemui Jumat (8/2/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya mengatakan kasus Demam Berdarah (DBD) di Bali, mengalami peningkatan pada bulan Januari seiring dengan curah hujan yang semakin tinggi sehingga menyebabkan pertumbuhan nyamuk aedes aegypti, sebagai media penularnya, juga bertambah banyak.

“Kasus DBD pada Bulan Januari agak naik mencapai 152 orang, tapi tidak ada yang sampai meninggal dan semuanya sembuh,” kata Suarjaya saat ditemui di Aula Kantor BPOM Denpasar, Jumat (8/2/2019).

 
Dari jumlah tersebut, kata dia, kasus yang paling banyak terjadi ada di daerah Kabupaten Buleleng, kurang lebih 50-an orang, dan kemudian disusul dengan Denpasar dan Badung.

Sedangkan Kabupaten lain memang ada, tapi jumlahnya tidak terlalu banyak. 

 
Menurutnya dengan jumlah itu berarti tidak ada lonjakan yang sangat meningkat dari kasus DBD di Bali dan semuanya bisa ditangani dengan baik tanpa adanya kematian.

 
Kenapa ketiga  daerah itu tertinggi? Ia menjelaskan karena memang kembali pada populasi nyamuk dan kebersihan lingkungan itu sendiri.

Selain itu, inti dari penekanan kasus DBD adalah pemberantasan sarang nyamuk.

“Semasih ada nyamuk Aedes Aegypti di sana sebagai penularnya, kemungkinan adanya kasus DBD semakin tinggi,” terangnya.

Baca: 64 Kasus DBD Ditemukan di Denpasar, Dinkes Mulai Gencarkan Fogging

Baca: Banjir Order karena DBD, Kisah Heru Budidayakan Ikan Cupang Hingga Raih Omset Belasan Juta

 
Untuk itu pihaknya mengimbau agar masyarakat melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) karena kalau memberantas nyamuk harus dimulai dari jentiknya. 

Sebaiknya dari telur, larva dan jentiknya itu harus dihilangkan agar tidak sampai menjadi nyamuk dewasa.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved