Tidak Punya Uang Bayar Kos, Khamarudin Nekat Ambil 3 Ponsel Anak Paskibra di Denpasar

Dengan alasan tidak punya uang dan ingin membayar kosnya, Muhammad Khamarudin (21) diduga melancarkan aksi pencurian

Tidak Punya Uang Bayar Kos, Khamarudin Nekat Ambil 3 Ponsel Anak Paskibra di Denpasar
Polsek Denpasar Barat
Muhammad Khamarudin diamankan polisi 

Laporan Wartawan Tribun Bali Busrah Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dengan alasan tidak punya uang dan ingin membayar kosnya, Muhammad Khamarudin (21) yang tinggal di Jalan Nangka Selatan Gang Nuri X Denpasar, diduga melancarkan aksi pencurian 3 ponsel milik tiga anak Paskibra di salah satu sekolah SMA di Bali.

Berdasarkan laporan dari tiga korban tersebut, tersangka Khamarudin berhasil diamankan polisi, 20/1/2019, lalu.

Kapolsek Denpasar Barat, AKP Johannes Widya Dharma Nainggolan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Dari kronologi peristiwa, diceritakannya, saat anak-anak sekolah itu sedang mengadakan latihan Paskibra di sekitar Lapangan Lumintang dan menyimpan barang-barang berharga mereka di atas tembok pada Halaman Toilet Umum.

Melihat kesempatan tersebut, terduga pelaku langsung melancarkan aksinya seorang diri.

"Tersangka mengawasi para korban yang sedang latihan Paskibra pada tanggal 19, 20 dan 29 Desember, kemudian saat mereka lengah, tersangka langsung mengambil barang-barang milik korban yang ada di dalam tas yang ditaruh di atas tembok.

Baca: Berusaha Kabur, Residivis Pencuri Motor Didor, Kapolsek Abiansemal: Kami Tembak Kaki Kanannya

Baca: 3 Pencuri Tabung Gas 3 Kg di Kuta Diringkus, Polisi: Gasak 195 Tabung & Dijual Rp 80 Ribu Perbiji

"Ketika para korban selesai latihan dan hendak mengambil HP miliknya. Namun mereka terkejut barang-barang tersebut sudah tidak ada di dalam tas," kata Nainggolan saat jumpa pers, Jumat (8/2/2019).

Sementara itu, usai mendengarkan laporan para korban, pihak kepolisian sektor Denpasar Barat melakukan penyelidikan dan mengarah ke tersangka.

"Dari keterangan saksi, selanjutnya tim opsnal mengarah ke rumah tersangka di Jalan Nangka dan dilakukan penggeledahan. Selanjutnya di kos tersangka didapati barang bukti sesuai barang-barang milik korban.

"Usai diintrogasi, tersangka menerangkan bahwa barang-barang tersebut diperoleh dari hasil mencuri. Akhirnya, selanjutnya dilakukan proses hukum terhadapnya," paparnya.

Barang bukti yang disita kepolisian dari tangan tersangka yakni satu unit HP Merek Xiomi Redmi 5A warna Gold, satu unit HP merek Opo A37 Warna Silver dan satu unit HP Oppo A83 Menggunakan casing warna hitam.

Perkiraan kerugian sekitar Rp. 6,3 juta.

Pasal yang disangkakan terhadap tersangka yang diduga melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam pasal 362 jo pasal 65 ayat (1) KUHP ialah dengan ancaman hukuman 5 tahun ditambah 1/3 dari pidana pokok. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved