Berita Banyuwangi

Program SAS Banyuwangi akan Diadopsi Kota Bengkulu

Wakil Walikota (Wawali) Bengkulu, Dedi Wahyudi membawa serta 12 stafnya ke Banyuwangi. Mereka ditemui Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Program SAS Banyuwangi akan Diadopsi Kota Bengkulu
Surya/Haorrahman
Wakil Walikota (Wawali) Bengkulu, Dedi Wahyudi membawa serta 12 stafnya ke Banyuwangi. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Wakil Walikota (Wawali) Bengkulu, Dedi Wahyudi membawa serta 12 stafnya ke Banyuwangi. Mereka ditemui Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

“Kami tertarik untuk menimba ilmu di Banyuwangi, mulai dari program Siswa Asuh Sebaya (SAS), e-Village Budgeting, hingga pengelolaan pasar. Juga tidak tertutup kemungkinan untuk belajar program lainnya yang kami rasa baik untuk diterapkan di Bengkulu,” kata Wawali Bengkulu, Dedi Wahyudi, Sabtu (9/2).

Dipilihnya Banyuwangi sebagai jujugan, ujar Dedi, berdasarkan referensi yang didapat setelah googling di internet terkait daerah-daerah yang maju karena inovasinya.

“Dan nama Banyuwangi banyak muncul beserta inovasinya. Karena itulah kami sepakat untuk datang kemari,” ujar Dedi lagi.

Dedi berharap, sepulang dari Banyuwangi, program yang dipelajari dari Banyuwangi bisa segera diterapkan di Bengkulu dan diterima oleh masyarakat.

Program yang paling membuat pihaknya tertarik untuk belajar ke Banyuwangi adalah program Siswa Asuh Sebaya (SAS).

“Program ini benar-benar baru bagi kami. Belum pernah kami melaksanakan yang semacam ini. Di Bengkulu ada program 8 tekad, yang di dalamnya mencakup tentang ‘Kepedulian’. Selama ini yang kami bantu adalah masyarakat secara umum,seperti program Jemput Sakit Pulang Sehat, tapi kami belum menyentuh siswa,” terangnya.

Karenanya, imbuh Dedi, Pemkot Bengkulu ingin belajar tentang program ini, sekaligus melihat praktiknya secara teknis di lapang.

“Kami menilai program ini bagus sekali, apalagi melibatkan banyak pihak. Kita tahu kalau suatu program seperti pengentasan kemiskinan hanya dibebankan pada pemerintah, tentu akan sangat berat, apalagi pendapatan asli daerah (PAD) kami tidak terlalu besar,” bebernya.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengaku senang mendapatkan kunjungan tersebut. “Tangan kami terbuka lebar. Silakan ambil hal-hal positif yang ada di Banyuwangi. Sebaliknya, kami pun bisa mengambil manfaat baik dari Bengkulu dengan sharing seperti ini, “ tandasnya.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved