Pembukaan Bulan Bahasa Bali Kota Denpasar Hari ini Ditandai Pembacaan Sloka oleh Walikota

Bulan Bahasa Bali di Kota Denpasar dibuka hari ini, Selasa (12/2/2019) di Taman Kota Denpasar, Lumintang.

Pembukaan Bulan Bahasa Bali Kota Denpasar Hari ini Ditandai Pembacaan Sloka oleh Walikota
Tribun Bali/Putu Supartika
Lomba nyurat aksara dalam pelaksanaan Bulan Bahasa Bali di Kota Denpasar, Selasa (12/2/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bulan Bahasa Bali di Kota Denpasar dibuka hari ini, Selasa (12/2/2019) di Taman Kota Denpasar, Lumintang.

Bulan Bahasa Bali ini digelar setelah usainya Bulan Bahasa Bali di tingkat desa yang digelar tanggal 1 hingga 11 Februari 2019.

Ketua Bulan Bahasa Bali Kota Denpasar, I Wayan Yogi Aditya Urdhana mengatakan beberapa lomba yang dilaksanakan, pesertanya merupakan pemenang lomba di tingkat desa.

Selanjutnya jika menang di tingkat kota, para pemenang akan dikirim ke tingkat provinsi yang akan digelar tanggal 26 Februari mendatang.

"Di semua desa di Denpasar, bulan bahasa telah digelar sejak 1 sampai 11 Februari yang diawali dengan pelatihan, setelah itu baru dilaksanakan lomba," katanya.

Acara ini akan berlangsung hingga 14 Februari 2019 dengan berbagai lomba.

Baca: Lomba Masatua Bali dan Ngerupak Awali Peringatan Bulan Bahasa Bali di Bangli

Baca: DPC IWAPI Targetkan Penyebaran 10 Ribu Tas Ramah Lingkungan untuk Area Kota Denpasar

Baca: Bulan Bahasa Bali Digelar Agar Generasi Muda Mengenal Warisan Budaya

Adapun jenis lombanya yakni lomba nyurat aksara Bali tingkat SD, membaca aksara Bali tingkat STT, mesatua Bali untuk ibu-ibu PKK, baca puisi tingkat SMP, debat bahasa Bali tingkat SMA se-Denpasar, hingga lomba sembrama wacana kepala OPD Denpasar yang diikuti 20 orang dari Dinas di Kota Denpasar.

Selain itu ada pula festival ngenter paruman OPD dari empat kecamatan di Denpasar.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan saat ini merupakan zaman milenial dan ia berharap anak-anak tak terjebak dan melupakan budaya.

Pelestarian kebudayaan sangat berguna untuk menjaga peradaban.

"Bagaimana kita semua sebagai orang tua agar siap menuntun terkait dengan kebuyaan kepada anak-anak masing-masing. Agar anak-anak kita tidak kehilangan pemahaman kebudayaan asli," kata Rai Mantra.

Seseorang boleh berpikir modern namun harus dibarengi dengan sikap memilah dan memilih agar tidak kehilangan budaya asli.

"Jangan baru punya pemikiran modern kita jadi nyapa kadi aku. Dan jangan sampai Pulau Dewata tidak ada yang melihat lagi karena apa yang dilihat di Bali sama dengan di luar," katanya.

Pembukaan Bulan Bahasa Bali ini ditandai dengan pembacaan sloka oleh Rai Mantra dengan pengartos (penerjemah) Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved