Aktivis Perlindungan Anak Bali Desak Polda Ungkap Kasus Paedofilia di Ashram Klungkung

Setelah mendengarkan pemaparan dari para saksi yang diundang ke Kantor DPRD Bali, Selasa (12/2), kasus paedofilia yang melibatkan seorang tokoh

Aktivis Perlindungan Anak Bali Desak Polda Ungkap Kasus Paedofilia di Ashram Klungkung
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Anggota SWAP, Dwitra J Aryana (kanan), berbicara saat pertemuan di Komisi IV DPRD Bali, Selasa (12/2/2019). SWAP berkomitmen melawan kejahatan paedofilia. 

Tidak Mudah

Untuk selanjutnya, Parta berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini. Meski dia menyadari pengungkapan kasus ini tidak mudah karena dugaan melibatkan tokoh.

"Tentu benar, tidak seperti kasus-kasus biasa. Apalagi diduga melibatkan orang besar, lembaganya juga. Jadi momen ini kita jadikan momen mengatasi, melawan, dan lebih kerasnya kita 'perang' terhadap paedofil," tutur dia.

Selain itu, orang-orang yang dianggap memiliki informasi juga diminta untuk diundang ke Polda Bali guna mengusut tuntas kasus besar ini.

"Prinsipnya kami mendesak kepolisian segera mengusut tuntas dan mengungkap kasus ini. Orang-orang yang dianggap memiliki cukup informasi diundang ke Polda Bali. Kita berharap kasus ini mengemuka sehingga tidak ada lagi peristiwa semacam ini," tegas Parta.

Pemerhati anak lainnya dari Solidaritas Warga Anti Paedofil (SWAP), Dwitra J Ariana, juga mengungkapkan seluruh komponen yang hadir dalam pertemuan di DPRD Bali kemarin menyepakati kasus tersebut benar adanya.

Pihak kepolisian pun diharapkan bekerja keras mengungkapnya hingga tuntas.

"Kita harus menyepakati satu hal bahwa peristiwa itu ada. Kita tidak sedang mengusut sebuah kasus kebakaran jika dibersihkan puing-puingnya masih ada bekas tanah yang terbakar. Kita berharap pihak dari kepolisian agar bekerja lebih keras lagi lebih sabar lagi," ujar Ariana.

Ia juga menyatakan agar sesama aktivis dan pamerhati anak tidak perlu saling menyalahkan, apalagi sampai menjelek-jelekkan.

"Kita harus bersama-sama. Saya yakin betul, kasus ini hanya sebagian kecil saja. Tapi ada yang lebih besar lagi di Bali. Seandainya terduga ini bisa sampai ke ranah hukum dan menjadi terpidana, maka ini bisa jadi shock therapy juga bagi mereka yang berada di jalur tersebut," tuturnya.

Sebagai komitmen untuk menuntaskan kasus ini, mereka yang hadir pada pertemuan di DPRD Bali tersebut berfoto bersama dan memekikkan kata "Hajar Pedofil!!! Lawan Paedofil!!!" (win/bus)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved