Dua Pelaku Pengoplos Elpiji di Tabanan Kepergok Warga, Ditangkap Polisi Berawal dari Suara Bising

Dua tersangka pengoplos elpiji digelandang menuju lobi Polsek Kediri, Selasa (12/2).

Dua Pelaku Pengoplos Elpiji di Tabanan Kepergok Warga, Ditangkap Polisi Berawal dari Suara Bising
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Dua tersangka pengoplos elpiji digiring di Polsek Kediri, Selasa (12/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua tersangka pengoplos elpiji digelandang menuju lobi Polsek Kediri, Selasa (12/2).

Moh Isrokim Alias Rois (23) dan Deni Bagas Pramono (24), ditangkap saat melakukan mengoplos gas di Perumahan Senapahan Permai Puskopad Nomor 88 C, Banjar Senapahan Kaja, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Mereka diamankan pada Sabtu (2/2) malam sekitar pukul 19.00 Wita.

“Info awal berasal dari warga yang sering mendengar ada suara bising. Ternyata itu kegiatan pengoplosan gas,” kata Kapolsek Kediri, AKP Marzel Doni, Selasa (12/2).

Berbekal informasi tersebut, polisi melakukan penyelidikan. Ternyata memang terbukti telah berlangsung pemindahan gas dari tabung tiga kilogram ke tabung 12 kilogram.

“Setelah terbukti langsung kami tangkap pelaku beserta barang bukti,” katanya.

AKP Marzel mengatakan, tersangka melakukan pengoplosan gas sejak empat bulan lalu.

Setelah berhasil mengoplos gas tersebut dijual di seputaran Tabanan saja dengan harga gas 12 Kg sesuai di pasaran.

Namun isinya jauh berkurang dari aslinya.

Dua pelaku juga memang sudah tinggal beberapa tahun di Bali dan bekerja serabutan.

“Jadi mereka ini membeli gas secara eceran kemudian dipindahkan dan dijual. Penjualannya baru di seputar Tabanan saja,” ungkapnya.

Puluhan tabung elpiji dan beberapa barang bukti lainnya berhasil diamankan.

Akibat perbuatannya, dua pelaku dijerap pasal 62 ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan pasal 53 huruf C dan/atau huruf D UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak Dan Gas Bumi.

“Total ada 29 tabung gas yang kami amankan. Mereka melanggar aturan tentang perlindungan konsumen dan/atau melakukan penyimpanan minyak dan gas tanpa izin pemerintah atau melakukan usaha niaga migas tanpa izin pemerintah. Ancaman hukuman minimal lima tahun dengan denda Rp 3-5 miliar,” tandasnya. (*) 

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved