Pemprov Bali Akan Gandeng Dua BUMN Tangani TPA Suwung, Manfaatkan 1,4 Hektar Lahan Mangrove

Pemerintah Provinsi Bali menggandeng dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT. Indonesia Power dan PT. Waskita Karya

Pemprov Bali Akan Gandeng Dua BUMN Tangani TPA Suwung, Manfaatkan 1,4 Hektar Lahan Mangrove
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Lautan sampah – Kondisi TPA Suwung Denpasar yang juga banyak dihuni oleh sapi serta kawanan burung. Pemerintah Provinsi Bali menggandeng dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT. Indonesia Power dan PT. Waskita Karya untuk penanganan sampah di TPA Suwung Denpasar. Rencananya di lokasi tersebut akan dibangun tempat pengolahan sampah untuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). 

Pemprov Bali Akan Gandeng Dua BUMN Tangani TPA Suwung, Manfaatkan 1,4 Hektar Lahan Mangrove.  Pemerintah Provinsi Bali menggandeng dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT. Indonesia Power dan PT. Waskita Karya untuk penanganan sampah di TPA Suwung Denpasar.

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali menggandeng dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT. Indonesia Power dan PT. Waskita Karya untuk penanganan sampah di TPA Suwung Denpasar.

Rencananya di lokasi tersebut akan dibangun tempat pengolahan sampah untuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Gubernur Bali, I Wayan Koster usai memimpin rapat tertutup terkait pemaparan awal pembangunan PLTSa oleh PT. Indonesia Power dan PT. Waskita Karya mengatakan penanganan sampah di TPA Suwung akan diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Baca: Mengintip Proses Digitalisasi Lontar, Isinya Mulai Tips Berhubungan Tahan Lama, Parwa, Kidung, Babad

Baca: Biar Pemerintah Tahu, Doni Viralkan Video Keranda Mayat Dihanyutkan Sebelum Dikubur

Baca: Viral Video Ibu Hamil di NTT Sebrangi Sungai dan Berjalan 20 Km untuk Melahirkan

Lanjutnya, saat ini sedang dalam proses Feasibility Study (FS) oleh Waskita Karya dan rencananya pembangunan PLTSa akan mulai dikerjakan pada tahun 2020.

Sedangkan waktu yang diperlukan hingga proyek rampung yaitu sekitar 2-3 tahun.

“Akan dikerjakan oleh Indonesia Power dan Waskita Karya, akhir 2019 akan dimulai pembangunan infrastrukturnya,” kata I Wayan Koster saat memberikan keterangan pers di Kantor Gubernur Bali, Rabu (13/2/2019).

Baca: Jalur Penghubung di Abang Tertutup Longsor, Pengguna Roda 4 Harus Memutar ke Wilayah Ini

Baca: Cokelat Bentuk Mr P Laris Manis Jelang Valentine, Made Wira Astika Sampai Kelabakan Layani Pemesan

Baca: Bupati Badung Minta Anak Buahnya Tak Seenaknya Keluar Luar Daerah, Siapa yang Dimkasud?

Mengenai biaya yang diperlukan, Koster mengatakan belum bisa ditentukan karena masih dibuatkan Feasibility Study (FS) nya.

Ia optimistis proyek tersebut tidak akan gagal, karena yang akan mengolah sampah nanti bukan lagi swasta, melainkan BUMN yaitu Indonesia Power dan Waskita Karya. (*)

Baca: Anak Ini Menangis Saat Tahu Angpaunya Hilang di Bagasi Pesawat, Pihak Lion Air Beri Keterangan

Baca: Ditemukan Tewas Terikat di Kebun Sawit, Organ Dalam Bocah 11 Tahun Ini Hilang

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved