PHDI Dukung Arak Bali Dilegalkan, Koster Akan Berkoordinasi dengan BPOM

Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, Prof I Gusti Ngurah Sudiana, mendukung rencana Gubernur Bali Wayan Koster melegalkan arak.

PHDI Dukung Arak Bali Dilegalkan, Koster Akan Berkoordinasi dengan BPOM
Tribun Bali/Putu Supartika
Ketua PHDI Bali Prof I Gusti Ngurah Sudiana saat dalam Diskusi Ilmiah Arkeologi di Inna Bali Heritage Hotel, Jalan Veteran Nomor 3 Denpasar, Sabtu (15/12/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, Prof I Gusti Ngurah Sudiana, mendukung rencana Gubernur Bali Wayan Koster melegalkan arak.

Prof Sudiana menilai pelegalan arak akan mensejahterahkan masyarakat petani arak.

PHDI melihat posisi rencana pelegalan arak dari berbagai sisi. Ia menyebutkan dari sisi upacara agama Hindu, arak dibutuhkan.

Upacara agama di Bali hampir setiap hari membutuhkan arak, berem, tuak untuk tetabuhan segehan. Begitu pula dari pengobatan Bali juga membutuhkan arak.

Kemudian untuk ekonomi Bali, khususnya yang berada di Karangasem, memberi lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat.

“Potensi lokal yang bisa diproduksi, kemudian dikembangkan, lalu dikomodifikasi untuk mensejahterakan masyarakat luas, itu perlu didukung supaya masyarakat sejahtera. Tentunya dipayungi oleh aturan,” tutur Prof Sudiana kepada Tribun Bali di Denpasar, Selasa (12/2).

Baca: Koster Usul Legalkan Arak Bali : Masak Bir Boleh, Arak Gak Boleh

Menurutnya, masyarakat Bali khususnya di Karangasem masih banyak bergelut sebagai produsen arak.

Mereka sampai mempertaruhkan diri supaya bisa mendapatkan bahan arak.

“Kalau dicek di Karangasem dari Selat ke timur, sampai Seraya banyak sekali warga yang mencari arak lalu menjadi korban, sampai jatuh dari pohon. Mereka tidak ada yang memberikan jaminan kerja karena dari SDM, petani arak itu rata-rata tidak sekolah,” paparnya.

Dengan demikian, lanjut dia, arak ini bisa diproduksi tidak saja hanya untuk kepentingan upacara, namun juga untuk kepentingan lainnya yang lebih besar.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved