Telusuri Dugaan Kasus Paedofilia, Komnas Perlindungan Anak Sambangi Ashram Gandhi Klungkung

Tim investigasi Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia yang dipimpin Arist Merdeka Sirait mendatangi Ashram Gandhi Puri Sevagam di Desa Paksebali

Telusuri Dugaan Kasus Paedofilia,  Komnas Perlindungan Anak Sambangi Ashram Gandhi Klungkung
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Tim investigasi Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia yang dipimpin Arist Merdeka Sirait mendatangi Ashram Gandhi Puri Sevagam di Desa Paksebali, Klungkung, Rabu (13/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Tim investigasi Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia yang dipimpin Arist Merdeka Sirait mendatangi Ashram Gandhi Puri Sevagam di Desa Paksebali, Klungkung, Rabu (13/2/2019).

Kedatangannya untuk menindaklanjuti informasi masyarakat atas dugaan kejahatan seksual pada anak (paedofil) dalam bentuk "sodomi"yang diduga dilakukan GI, tokoh Spiritual setempat.

Aris Merdeka Rirait tiba di Ashram sekitar pukul 13.00 Wita. Dalam kesempatan itu, ia hanya diterima oleh Koordinator Asharam, I Wayan Saridika. Sementara pemilik asram sedang berada di India.

"Kebetulan Guru Ji (GI) sedang berada di India sejak bulan Januari lalu, hingga Maret karena ada urusan terkait hubungan bilateral antara Indonesia dan India," ujar Saridika kepada rombongan Komnas Perlindungan Anak.

Sementara, ketika itu Sirait menanyakan berbagai aktivitas di ashram. Termasuk menanyakan sosok GI, pendiri ashram yang memilih menjalani hidup dengan sukla brahmacari (tidak menikah).

Baca: Aktivis Perlindungan Anak Bali Desak Polda Ungkap Kasus Paedofilia di Ashram Klungkung

Baca: Teriakan Hajar dan Lawan Paedofil Menggema dari Lantai 3 Gedung DPRD Bali

Baca: Dwitra Ariana Nilai Kasus Paedofil Butuh Political Will dari Pemerintah

Bahkan Sirait sempat meminta izin dan masuk ke kamar GI.

"Sebenarnya saya ingin klarifikasi ini. Karena ada informasi dari masyarakat, jika di lokasi ini sempat terjadi kekerasan seksual."

"Ini yang ingin kita cari klarifikasinya, tapi ternyata pemilik ashram yang diduga melakukan tindakan itu di India. Padahal kita sangat perlu klarifikasi dari yang bersangkutan," ujar Sirait.

Meskipun belum ada laporan resmi dari korban terkait kasus ini, namun Sirait tetap akan menelusuri kasus ini.

Termasuk mencari orang-orang yang diduga menjadi korban kekerasan seksual. Sirait juga akan berkoordinasi dengan Polda Bali, dan membuat laporan terkait dugaan kasus ini

" Jadi kasus untuk kekerasan kepada anak, tidak harus delik aduan. Besok saya akan koordinasi ke Polda terkait kasus ini," jelasnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved