Terjadi Sejak Setahun Lalu, Abrasi Gerus Balai Kelompok Nelayan di Cemagi dan Kini Nyaris Roboh

Abrasi mengakibatkan bangunan Balai Kelompok Nelayan Baruna 3 yang sudah dibagun sejak tahun 2014 nyaris roboh di Pantai Mengening, Desa Cemagi

Terjadi Sejak Setahun Lalu, Abrasi Gerus Balai Kelompok Nelayan di Cemagi dan Kini Nyaris Roboh
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Bangunan Balai Kelompok Nelayan Baruna 3 yang sudah dibangun sejak tahun 2014 nyaris roboh di Pantai Mengening, Desa Cemagi, Mengwi, Badung, Bali, Selasa (12/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Abrasi mengakibatkan bangunan Balai Kelompok Nelayan Baruna 3 yang sudah dibagun sejak tahun 2014 nyaris roboh di Pantai Mengening, Desa Cemagi, Mengwi, Badung, Bali.

Ketua Kelompok Nelayan Baruna 3, I Ketut ALit Suyadnya, Desa Cemagi menyebutkan abrasi terjadi sudah sejak setahun yang lalu dan puncak abrasi terparah terjadi pada bulan Desember 2018 lalu.

"Abrasinya sudah sejak satu tahun lalu sedikit demi sedikit terkikis pasirnya. Yang paling parah bulan Desember kemarin habis pasir tergerus sampai roboh bangunannya," ujarnya kepada Tribun Bali, Selasa (12/2/2019) sore.

Ia juga menambahkan sebelum abrasi, air laut menggerus pasir berjarak 5 meter di bawah bangunan Balai Kelompok Nelayan Baruna 3.

"Pasirnya dulu sama Pohon Waru yang tumbuh di sebelahnya bangunan sebelum abrasi itu jaraknya 5 meter di sebelah bangunannya," tambahnya.

Balai Kelompok Nelayan Baruna 3 sendiri sebelumnya digunakan untuk tempat rapat kelompok nelayan, menerima pembinaan nelayan dari Dinas Perikanan Provinsi dan Kabupaten serta untuk tempat banten pada saat Hari Pemelastian sebelum hari Raya Nyepi pertemuan dengan aparat desa.

Baca: Sejarah Pembangunan Vihara Satya Dharma, Berawal dari Nelayan yang Merantau ke Bali

Baca: Bale Piasan dan Pelinggih Rata Dengan Tanah, Angin Kencang Robohkan Bangunan di Dawan Kelod

Baca: Pemkab Klungkung Tertibkan Pencari Batu Sikat di Pantai Watu Klotok, Pencari Diberi Kompensasi

"Kalau rapat saat ini kita pinjam balai wantilan di pantai itu, Wantilan Pura Gede Luhur Batu Ngaus," ucapnya.

Saat dikonfirmasi tentang rencana perbaikan Balai Kelompok Nelayan Baruna 3 yang nyaris roboh dikatakan belum ada lahan untuk bangunan yang baru.

"Sementara belum dapat jawaban dari pihak desa karena lahan belum siap," tambahnya.

Para kelompok nelayan Baruna 3 saat ini mendirikan gubuk dari kayu untuk menaruh peralatan tangkap ikan dan tempat menaruh hasil tangkapan. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved