Begini Tanggapan Kapolda Bali Mengenai Wacana Koster Legalkan Arak Bali

Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan mengikuti aturan atau regulasinya.

Begini Tanggapan Kapolda Bali Mengenai Wacana Koster Legalkan Arak Bali
Istimewa
Produk arak Bali Dewi Sri sudah lama dipasarkan di Bali hinga ke mancanegara. Kini Gubernur Bali Wayan Koster berencana melegalkan arak Bali. 

Begini Tanggapan Kapolda Bali Mengenai Wacana Koster Legalkan Arak Bali

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR – Menanggapi wacana Gubernur Bali, Wayan Koster yang akan melegalkan pembuatan dan peredaran arak Bali, Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan mengikuti aturan atau regulasinya.

Namun jika ada pelanggaran akan dinyatakan pelanggaran.

“Kalau berbicara soal itu (wacana pelegalan arak Bali). Saya mengikuti aturan. Kalau memang ada pelanggaran, kita nyatakan pelanggaran," ungkap Irjen Petrus Golose, Kamis (14/2/2019) seusai meluncurkan buku di Denpasar.

"Kalau tindak pidana kita akan lakukan penindakan pidana. Kalau di setujui atau tidaknya itu urusan para pembuat legislasi.”

Baca: Garuda Indonesia Group Turunkan Tarif Rute Jakarta-Banyuwangi

Baca: Ini Alasan Hakim Vonis 8 Bulan Penjara 5 Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Umbu Wedo

Baca: Polisi Beberkan Perkembangan Kasus Dugaan Pelecehan di Ashram Klungkung

Namun dirinya menegaskan pihaknya sebagai penegak hukum akan melakukan tugas dan fungsinya selama ada aturan dilakukan penegakan humum sesuai aturan.

Diharapkan minuman tradisional Bali yang sudah menjadi branding Pulau Bali ini bisa tumbuh bersama dengan industrinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, wacana tersebut muncul saat Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri rapat paripurna di Kantor DPRD Bali, Senin (11/2/2019) lalu.

Rencana Koster tak main-main. Saat ini pihaknya dalam proses sedang mengajukan surat kepada Menteri Perindustrian untuk merevisi Peraturan Presiden (Perpres) yang berkenaan dengan negative list, termasuk di dalamnya adalah arak Bali.

“Arak ini akan saya legalkan. Ini bagaimana ya, masak miras boleh di-import tapi araknya tidak boleh berjalan di sini. Ini logika regulasi dari mana, saya kira yang menyusun ini yang salah. Jadi kita mau legalkan aja (arak) ini,” kata mantan anggota DPR RI ini. (*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved