Ini Alasan Hakim Vonis 8 Bulan Penjara 5 Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Umbu Wedo

Lima pelaku pengeroyokan hingga menewaskan Umbu Wedo Gaung Lahallo hanya divonis delapan bulan penjara.

Ini Alasan Hakim Vonis 8 Bulan Penjara 5 Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Umbu Wedo
Kompas.com
Ilustrasi pengadilan dan persidangan(TOTO SIHONO) 

Ini Alasan Hakim Vonis 8 Bulan Penjara 5 Pelaku Pengeroyokan yang Tewaskan Umbu Wedo

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lima pelaku pengeroyokan hingga menewaskan Umbu Wedo Gaung Lahallo hanya divonis delapan bulan penjara.

Mereka adalah I Kadek Adi Indrawan alias Dek Kung (23), I Gede Jessie Antara alias Dede (25), I Wayan Ade Andika Putra alias Bojes (23), I Ketut Agus Sukarja Putra alias Penjor (26) dan I Putu Yogi Saputra (21).

Mereka divonis majelis hakim pimpinan Sri Wahyuni Ariningsih saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (14/2/2019).

Tanpa butuh waktu lama, para terdakwa didampingi tim penasihat hukumnya langsung menyatakan menerima.

Di sisi lain, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar masih pikir-pikir.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim, sama dengan tuntutan tim jaksa yang diajukan pada sidang sebelumnya.

Untuk itu, para terdakwa dinyatakan, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, secara bersama-sama melakukan kekerasan (pengeroyokan) yang mengakibatkan hingga meninggal dunia. Kelima terdakwa pun dijerat Pasal 170 ayat (2) Ke-3 KUHP.

"Mengadili, menjatuhkan pidana kepada para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing delapan bulan. Dikurangi selama para terdakwa menjalani tahanan sementara, dengan perintah tetap ditahan," ujar Hakim Sri Wahyuni.

Terkait dengan tuntutan delapan bulan yang diajukan pada sidang sebelumnya, Jaksa dalam perkara ini, Ida Bagus Putu Swadarma Diputra dan Putu Gede Sudiarta didampingi Kasipidum Kejari Denpasar, Arief Wirawan, serta Kasiintel dan Humas Kejari Denpasar, Agus Sastrawan menjelaskan beberapa alasan jaksa menuntut para terdakwa selama delapan bulan.

Dijelaskan, bahwa tuntutan delapan bulan itu sebagaiman fakta di persidangan.

Dan pihak keluarga korban dan keluarga para terdakwa telah sepakat berdamai.

Hal itu tertuang dalam surat pernyataaan yang ditandatangani antar kedua pihak, diketahui oleh dan didatangani masing-masing kepala dusun dan perbekel.

"Di persidangan, keluarga korban tidak ada menuntut apa-apa. Terdakwa juga menyantuni korban, mulai dari biaya pengobatan, biaya pengiriman jenazah, hingga penguburan yang nilainya Rp 60 juta," jelas Agus Sastrawan.

Surat pernyataan perjanjian damai itu lah, yang kemudian menjadi pertimbangan jaksa dalam menuntut para terdakwa dengan pidana penjara selama delapan bulan.

Diakui pihak jaksa, tidak ada pertimbangan yang memberatkan terhadap para terdakwa dalam surat tuntutan jaksa. Namun pihak jaksa mengatakan kesalahan para terdakwa sudah dibuktikan sebagaimana tertuang dalam Pasal 170 ayat (2) Ke-3 KUHP. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved