Polisi Beberkan Perkembangan Kasus Dugaan Pelecehan di Ashram Klungkung

Polisi tetap mencari informasi lebih lanjut untuk memperlihatkan Polda Bali sangat serius menangani kasus seperti ini.

Polisi Beberkan Perkembangan Kasus Dugaan Pelecehan di Ashram Klungkung
Net
Ilustrasi: Polisi Beberkan Perkembangan Kasus Dugaan Pelecehan di Ashram Klungkung 

Polisi Beberkan Perkembangan Kasus Dugaan Pelecehan di Ashram Klungkung

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ditreskrimum Polda Bali, Kombes Pol Andi Fairan bertemu Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait Arist.

Kombes Pol Andi Fairan menyambut baik kedatangan tim Arist Merdeka Sirait dan kawan-kawan terkait hasil kunjungan dari Ashram Klungkung pada Rabu (13/2/2019).

"Kami menanyakan informasi tentang adanya dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang selama ini menjadi viral di Media."

"Terus terang saya juga sudah menyampaikan kepada yang bersangkutan (Arist), bahwa terhadap informasi yang diterima itu juga sudah kita adakan penyelidikan untuk mengolah informasi itu menjadi data."

"Sampai pun saat ini tidak ada korban yang mau melapor terhadap adanya kejadian itu. Dan kami juga sudah jemput bola terhadap informasi tersebut," kata Fairan, di hadapan wartawan.

Baca: Merdeka Sirait Temui Korban Paedofil, Ada Perlakuan Tindakan Tak Senonoh Hingga Sebut Posisi Kamar

Baca: Menguji Rompi Anti-peluru Karya Siswa SMAN 3 Denpasar, 5 Kali Ditembak Peluru Tajam, Begini Hasilnya

Baca: Cuci Tangan Soal Jaminan Kesehatan Karyawan, Ratusan Perusahaan di Jembrana Terancam Sanksi

Ia melanjutkan, bahwa pihaknya tetap mencari informasi lebih lanjut untuk memperlihatkan Polda Bali sangat serius menangani kasus seperti ini.

Ditanya mengenai tidak mesti adanya delik aduan, kata dia pihaknya juga ingin dalam proses membutuhkan adanya korban.

Apalagi dugaan kejadian itu terjadi 2010 kemudian informasinya 2015.

"Artinya terhadap korban itu 2019 sudah dewasa. Jika ada yang merasa dirinya korban, dengan senang hati kita akan menerima laporan itu."

"Jadi jangan dibawa seolah-olah kejadian itu terjadi tahun ini. Kalau korbannya bersedia kami akan dekati dan kita serius menerima. Selama ini kasus-kasus seperti ini tidak ada yang kita abaikan," pungkasnya. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved