Lelakut Necis Ikut Lomba di Subak Intaran Sanur

Serangkaian peringatan Hut Kota Denpasar ke-231 digelar Lomba Letakut atau Petakut, Pindekan, dan Sunari.

Lelakut Necis Ikut Lomba di Subak Intaran Sanur
Humas Pemkot Denpasar
Lelakut yang diikutkan dalam lomba 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Serangkaian peringatan Hut Kota Denpasar ke-231 digelar Lomba Letakut atau Petakut, Pindekan, dan Sunari.

Pelaksanaan lomba ini digelar di Subak Intaran, Desa Sanur Kauh, Denpasar, Jumat (15/2/2019).

Berbagai bentuk lelakut yang unik dipajang di tengah sawah.

Ada yang berpakaian necis dengan baju kemeja, celana panjang lengkap dengan ikat pinggangnya dan ada pula yang menggunakan pakaian adat bali dan menggunakan capil.

Dalam kehidupan agraris, Lelakut, Pindekan dan Sunari ini memang digunakan senagai pengusir binatang yang mengganggu atau mencuri padi petani di sawah.

Selain itu, secara niskala juga memiliki fungsi untuk menjauhkan hama yang menyerang tanaman petani.

Ketua Majelis Madya Subak Kota Denpasar, Wayan Jelantik mengatakan pelaksanaan Lomba Lelakut, Pindekan dan Sunari bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat untuk melestarikan budaya persubakan.

Lomba ini berlandaskan pada konsep Tri Hita Karana.

Perlombaan ini diikuti perwakilan subak dari setiap kecamatan di Kota Denpasar.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved