Breaking News:

WNA Rusia Ini Sarankan Pelaku Malukat,Putu Arnold: Amen ye Masuk Penjara to Sing Cocok

Korban pencurian dengan modus coblos ban, Arnold Aristarkhov (23), merasa tidak setuju dengan tuntutan pidana dua tahun penjara

Penulis: Putu Candra | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Putu Candra
WNA asal Rusia menyarankan agar para terdakwa malukat, Jro Putu Arnold, Kamis (14/2/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Korban pencurian dengan modus coblos ban, Arnold Aristarkhov (23), merasa tidak setuju dengan tuntutan pidana dua tahun penjara terhadap tiga terdakwa.

Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia yang fasih berbahasa Bali ini menyarankan ketiga terdakwa dibersihkan pikiran dan jiwanya secara spiritual dengan cara malukat.

Demikian disampaikan pria dengan nama Bali, Jro Putu Arnold saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (14/2).

"Menurut raga kena duang tiban penjara to sing cocok. Tetep gen len ye pesu kel melakukan hal-hal ne sing luung (Menurut saya, kena dua tahun penjara itu tidak cocok. Tetap saja, kalau mereka keluar, akan melakukan hal-hal yang tidak baik)," ucap pemuda yang mengaku sejak umur 11 tahun ikut orangtuanya ke Bali.

Baca: Komnas PA Beber Pengakuan Korban Paedofilia di Ashram: GI Ajak Korban Mandi Bersama

Bagi Arnold, dengan tuntutan dua tahun penjara terhadap para terdakwa masih ringan. Daripada di penjara dikatakannya justru tidak akan membuat para terdakwa jera.

"Ane luungan orin ye malukat pang dasa. To mara cocok, Luung to. Amen ye masuk penjara to sing cocok. sing ada untung. Rugi (Paling bagus suruh mereka malukat 10 kali. Cocok, bagus itu. Kalau masuk penjara tidak cocok. Tidak ada untung. Rugi)," tuturnya.

"Amen di penjara to tambah usak, tambah menek adan ye. To menurut saya. Makejang harus malukat to. Len sing malukat tetep sing normal (Kalau masuk penjara tambah rusak, tambah terkenal namanya. Itu menurut saya. Semua harus malukat. Kalau tidak malukat tetap tidak normal)," cetus sulung dua bersaudara ini.

Baca: 8 Bayi Lahir Ini Tepat di Hari Valentine di RSUP Sanglah, Agus: Terpenting Anak & Ibu Lahir Selamat

Ditanya kenapa para terdakwa harus malukat.

Arnold yang ibu kandungnya dari Rusia, dan bapak angkatnya dari Tabanan ini mengatakan, malukat agar pikiran para terdakwa positif dan tidak melakukan hal negatif yang bertentangan dengan hukum.

"Pang beneh ye. Pikiran ye jani soalne terus negatif. Ane paling luung malukat to di Tirta Empul, Tampaksiring (Biar mereka benar. Pikiran mereka sekarang itu terus negatif. Tempat yang paling bagus malukat itu di Tirta Empul, Tampaksiring," jawab lulusan SMA Taman Rama Ubung ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved