Ini Kabar Terbaru Rencana Pembangunan Bandara di Bali Utara

permasalahan saat ini tidak lagi berada di Bali melainkan di Pusat, khususnya Kementerian Perhubungan RI karena rekomendasi dari Kabupaten

Ini Kabar Terbaru Rencana Pembangunan Bandara di Bali Utara
Tribun Bali
Ilustrasi tempat pembangunan Bandara Bali Utara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tribun Bali menerima kunjungan dari Board of Director PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU).

Kunjungan  tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Direktur PT BIBU, I Made Mangku dan President Commissioner PT.BIBU, Iwan Erwanto.

PT BIBU memberikan penjelasan terkait kabar terakhir rencana proyek pembangunan Bandara di Bali Utara termasuk penentuan lokasi (Penlok) yang kini masih mandek di Kementerian.

“Laut itu memang dipakai untuk runway dan terminal karena skalanya besar. Selanjutnya ada juga di daratan akan digunakan sebagai penyangga, seperti aerocity nya,” kata Made Mangku di Kantor Tribun Bali, Kamis (14/2/2019).

Dikatakannya, kalau bandara dipaksakan dibangun di darat maka hanya bisa membangun satu runway saja, sedangkan kalau dibangun di laut bisa membangun dua runway dengan aerocity nya yang berada di pantai dan daratan.

Kunjungan Board of Director PT. Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) ke Kantor Tribun Bali, Kamis (14/2/2019).
Kunjungan Board of Director PT. Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) ke Kantor Tribun Bali, Kamis (14/2/2019). (Tribun Bali/Wema Satya Dinata)

Sedangkan dari sisi proses administrasi, kata dia, seluruh rekomendasi yang diperlukan berdasarkan Permenhub nomor 64 tahun 2018 terkait syarat pengajuan ijin penetapan lokasi sudah dipenuhi sesuai aturan yang ada.

Oleh karena itu, jelas dia, permasalahan saat ini tidak lagi berada di Bali melainkan di Pusat, khususnya Kementerian Perhubungan RI karena rekomendasi dari Kabupaten maupun Provinsi sudah dilengkapi, namun Penlok belum terbit hingga saat ini.

President Commissioner PT.BIBU, Iwan Erwanto menerangkan memang beberapa bulan setelah Gubernur baru dilantik, tiba-tiba ada kunjungan dari Menteri ke Bukit Teletubbies di Kubutambahan, Buleleng dan menyatakan bandara akan dibangun di darat.

Kelas bandara yang dibangun pun akan dikhususkan untuk maskapai Low Cost Carrier (berbiaya murah). 

Namun pihaknya masih meragukan wacana tersebut selama Penlok belum diturunkan.

Dengan begitu masalahnya harus dikembalikan juga ke Pusat karena pusat lah yang harus menentukan dan memberikan jawaban tentang Penlok tersebut.

“Kasihan masyarakat Bali kalau masalah Penlok terus digantung. Ini yang menurut kami tidak fair,” ujarnya.

(*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved