Komisi VII DPR RI Sambangi PLTU Celukan Bawang, Bahas Pasokan Listrik di Bali yang Kian Kritis

Dalam pertemuan itu dinyatakan kebutuhan listik di Bali terbilang kritis, dan perlu ditindaklanjuti sebab pertumbuhan energi tinggi

Komisi VII DPR RI Sambangi PLTU Celukan Bawang, Bahas Pasokan Listrik di Bali yang Kian Kritis
Tribun Bali/Ratu Ayu
Komisi VII DPR RI didampingi Bupati Buleleng dan Direktur Regional Bisnis PLN Jawa bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara, menggelar pertemuan dengan Direktur PT General Engergi Bali PLTU Celukan Bawang, Agus Darmadi, Jumat (15/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA -  Komisi VII DPR RI mendatangi PLTU Celukan Bawang. Jumat (15/2/2019).

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan Direktur Regional Bisnis PLN Jawa bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara, Joko Raharjo Abu Manan, juga turut hadir.

Dalam pertemuan tersebut dinyatakan kebutuhan listik di Bali terbilang kritis. Hal ini perlu ditindaklanjuti sebab pertumbuhan energi tinggi namun kapasitas stuck di posisi yang ada.

Selain itu, proyek Jawa-Bali Crossing (JBC) kini pelaksanaannya dinyatakan tidak lagi melintas di wilayah Buleleng dalam hal ini Pura Segara Rupek.

Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu mengatakan, pihaknya datang bertujuan ingin memastikan kebutuhan listrik di Bali terpenuhi.

Mengingat Bali, kata dia, merupakan potret bangsa Indonesia. Sehingga jika terjadi masalah terkait energi di Bali, maka gaungnya hingga ke tingkat internasional.

"Kami datang untuk konteks Bali secara keseluruhan. Tingkat pertumbuhan energinya tinggi, tapi kapasitas stuck di posisi yang ada. Memang ada interkoneksi Jawa-Bali. Kalau ada interkoneksi, pembangkit di mana saja bisa dialirkan. Atau memang membangun pembangkit itu di pulau Bali. Itu yang ingin kami pastikan soal kelistriknnya," kata dia.

Bagaimana dengan PLTU Celukan Bawang, apakah akan tetap menggunakan bahan batu bara atau gas?

"Nanti akan kami bahas di Jakarta. PLN sudah punya solusi untuk mengatasi kelistrikan di Bali. Nanti kami lihat. Sebagai daerah wisata, lingkungan memang penting. Pasti lah kami ingin kemudian energi dapat, tapi lingkungan terjaga sehingga semua harus dipertimbangkan," jawab Gus Irawan.

Direktur Regional Bisnis PLN Jawa bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara, Joko Raharjo Abu Manan mengatakan, saat ini Bali memiliki pasokan listrik sebesar 1.100 Mega Watt, sementara pemakaiannnya baru diangka 900 Mega Watt.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved