Mengaku Khilaf, NH Berkali-kali Rudapaksa Anak Tirinya, Kasus Terbongkar Saat Si Ibu Curigai Hal Ini

Menurut Sumaedi, pelaku melancarkan aksi bejatnya di kontrakan mereka di Kabupaten Tangerang.

Mengaku Khilaf, NH Berkali-kali Rudapaksa Anak Tirinya, Kasus Terbongkar Saat Si Ibu Curigai Hal Ini
Youtube
foto hanya Ilustrasi : Pria berinisial NH (34) merudapaksa anak tirinya berinisial SA yang masih berusia 16 tahun. Akibat perlakuan NH tersebut, SA yang masih mengenyam pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) itu hamil 4 bulan. 

Pria berinisial NH (34) merudapaksa anak tirinya berinisial SA yang masih berusia 16 tahun. Mengaku Khilaf, NH Berkali-kali Rudapaksa Anak Tirinya, Kasus Terbongkar Saat Si Ibu Curigai Hal Ini.Menurut Sumaedi, pelaku melancarkan aksi bejatnya di kontrakan mereka di Kabupaten Tangerang.

TRIBUN-BALI, TANGERANG - Pria berinisial NH (34) merudapaksa anak tirinya berinisial SA yang masih berusia 16 tahun.

Akibat perlakuan NH tersebut, SA yang masih mengenyam pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) itu hamil 4 bulan.

Kapolsek Cikupa, Kompol Sumaedi menerangkan kejadian terkuak pada hari Rabu (13/2/2019) sekira jam 16.30 WIB dari laporan ibu kandung korban, S.

Baca: Agus Nova Segera Merumput, Begini Kondisinya Pascacedera

Baca: Ini 15 Nama Tersangka yang Disikat Satgas Antimafia Bola, dari OB hingga Pucuk Pimpinan PSSI

Baca: Setelah Joko Driyono Jadi Tersangka, Krisna Murti Sebut-sebut GR: Makin Ketahuan Boroknya

Menurut Sumaedi, pelaku melancarkan aksi bejatnya di kontrakan mereka di Kabupaten Tangerang.

"Pelaku yang bekerja serabutan ini menyetubuhi korban ketika sang ibu sedang bekerja di sebuah pabrik," ujar Sumaedi saat dikonfirmasi, Sabtu (16/2/2019).

Ia menjelaskan, perbuatan bejat suaminya terbongkar setelah S mencurigai perubahan fisik pada sang anak.

Pasalnya, kondisi perut korban terus membesar secara tidak normal.

Begitu ditanya kondisinya, SA mengaku telah beberapa kali jadi korban rudapaksa ayah tirinya.

"Tidak terima anaknya disetubuhi hingga hamil empat bulan, ibu korban langsung melaporkannya ke pihak Polsek Cikupa," jelas Kapolsek.

Menurut Sumaedi, tersangka pun sudah melakukan tindakan bejatnya lebih dari sekali terhadap anak tirinya tersebut.

Sedangkan, Kanit Reskrim Polsek Cikupa, Iptu Apip mengatakan, saat diperiksa pelaku mengaku khilaf melakukan perbuatan tersebut kepada anak tirinya.

Korban yang merasa takut kepada pelaku akhirnya tidak melakukan perlawanan saat pelaku melancarkan aksinya.

"Korban mengaku sering melihat pelaku memukuli ibunya, jadi korban takut terhadap pelaku sehingga tidak berani melakukan perlawanan," terang Apip.

Pelaku pun disangkakan pasal 81 ayat (3) UURI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dan hukuman diatas 15 tahun penjara. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved