Toya Devasya Lebarkan Sayap dengan Toya Ubud Valley, Kembangkan Agro Tourism

Setelah sukses dengan wisata air panasnya yang dikunjungi hingga 2.000 orang per hari, kini Toya Devasya Hot Spring membangun Toya Ubud Valley

Toya Devasya Lebarkan Sayap dengan Toya Ubud Valley, Kembangkan Agro Tourism
Tribun Bali/Putu Supartika
Direktur Toya Ubud Valley, Putu Astiti Saraswati SE, M.Bus yang didampingi oleh Komisaris Utama Toya Ubud Vally, Dr. I Ketut Mardjana saat melakukan penanaman kopi di Toya Ubud Valley Coffee bersama para undangan 

Tujuan acara ini juga mempertemukan semua orang sebagai stakeholder sehingga kopi Kintamani, dan Bali pada umumnya bisa dikenal hingga ke mancanegara.

Toya Ubud Valley ini dibangun di atas lahan seluas 5 hektar dan dikembangkan menjadi semacam agro tourism.

"Ini konsepnya semacam agro tourism, di mana di sini ada kebun kopi yang ditanam hari ini. Tiga bulan lalu kita juga melakukan peletakan batu pertama untuk pembangnan vila, kolam renang, karena Toya Devasya kan besarnya karena air, untuk menarik perhatian wisatawan datang ke tempat kami. Peletakan batu pertama ini digelar 10 November 2019," paparnya.

Awalnya konsep tempat ini yakni penggabungan antara bersepeda dan kopi, di mana penghobi sepeda, usai bersepada bisa istirahat sambil minum kopi di tempat ini.

Namun karena bertemu dengan petani kopi, akhirnya berkembang menjadi agrowisata kopi yang juga didukung oleh lahan yang luas.

Jika di Toya Devasya ada hot spring, di Toya Ubud Valley juga ada holy water yaitu berupa air terjun.

"Sehingga di sini lahan sangat subur dan kami beri nama Toya Ubud Valley yang merupakan perluasan dari Toya Devasya," katanya.

Untuk pembangunan Toya Ubud Valley ini akan dilaksanakan secara bertahap yang diawali dengan pembangunan tugu sebagai tempat berkumpulnya para pesepeda setelah melakukan cycling, dilengkapi coffee shop, kolam renang, dan rumah-rumah kayu yang akan memberdayakan masyarakat setempat, sehingga dengan adanya rumah kayu ini pengunjung juga bisa menginap dan melakukan wisata camping.

Kebun kopi yang ada di Toya Ubud Valley ini juga dihubungkan dengan jurang yang membuat tempat ini jadi lebih indah karena kontur lokasinya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana melihat Toya Ubud Valley ini merupakan terobosan unik karena mengkombinasikan antara pertanian, pariwisata, dan olahraga.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved