Smart Woman

Ciptakan Komposisi Musik Trio Sinden, Fioretti Vera Padukan Tiga Karakter Musik

Trio Sinden mengisahkan tiga budaya yang memiliki karakter yang berbeda, meskipun terkadang ada kesamaan di antara mereka.

Ciptakan Komposisi Musik Trio Sinden, Fioretti Vera Padukan Tiga Karakter Musik
Dok. Fioretti Vera
Fioretti Vera berkesempatan mementaskan garapannya bertajuk “Trio Sinden” di panggung ISI Denpasar, awal Februari 2019. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Awal Februari lalu, Fioretti Vera berkesempatan mementaskan garapannya di panggung ISI Denpasar.

Garapan itu belum memiliki judul yang pasti. Untuk sementara Fio menyebutnya dengan “Trio Sinden”.

Garapannya itu boleh dikata unik. Ia mencoba memadukan tiga karakter musik yang berbeda, yaitu seriosa klasik, sinden Jawa, dan kidung Bali. Karyanya ini terinspirasi dari fenomena dalam masyarakat.

“Trio Sinden mengisahkan tiga budaya yang memiliki karakter yang berbeda. Meskipun begitu, kadang ada kesamaan di antara mereka. Sayangnya terkadang kesamaan itu membuat antar daerah saling mengklaim. Di karya ini, saya mengumpamakannya dengan cerita rakyat. Eropa mengenal kisah Romeo-Juliet. Pola cerita yang sama pun ada dalam cerita rakyat Bali dan Jawa,” tutur Fio.

Kisah ini pun dibawakan dengan saling sahut-menyahut antara tiga vokal. Setelah saling berdebat, ketiganya pun sepakat, kemiripan karakter itu merupakan hal wajar. Mereka pun berdamai.

Dalam pementasan itu, Fio pun terjun langsung sebagai vokal. Ia mengisi seriosa klasik yang menjadi bidang keahliannya.

Menurut musisi kelahiran Yogyakarta, 16 Maret 1992 ini Trio Sinden masih merupakan karya prematur, belum sempurna.

Ia pun berencana mengembangkan garapannya. Rencananya ia pun ingin mementaskan Trio Sinden di beberapa lokasi, tak hanya Bali.

Fioretti Vera
Fioretti Vera (Doc. Fioretti Vera)

Fio ingin melihat bagaimana orang lain merespons karyanya. Respons inilah yang akan digunakan untuk menyempurnakan Trio Sinden.

“Terutama dari segi penyanyi. Setiap tempat, saya akan berkolaborasi dengan vokalis berbeda, terutama pada penyinden Jawa dan Bali,” ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved