250 Pendukung Jokowi-Maruf Padati Acara Nobar Debat Capres di Gedung PWNU Bali

Disiarkan langsung dari Jakarta, debat kedua itu pun disaksikan seluruh masyarakat Indonesia secara live

250 Pendukung Jokowi-Maruf Padati Acara Nobar Debat Capres di Gedung PWNU Bali
Tribun Bali/Busrah Ardans
Suasana Nobar debat Capres di Gedung PWNU Bali, Minggu (17/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Debat kedua Capres antara Joko Widodo versus Prabowo Subianto telah berlangsung, Minggu (17/2/2019) malam.

Disiarkan langsung dari Jakarta, debat kedua itu pun disaksikan seluruh masyarakat Indonesia secara live.

Termasuk di Bali.

Baca: Chemistry Seperti Ini Yang Bisa Jadi Tanda Bahwa dia Memang Jodohmu

Baca: Go-Food Kini Bisa Pesan Makanan dari Kota Lain

Para pendukung 01, Jokowi-Maruf menggelar acara nonton bareng yang dihadiri 250 peserta di Nu-Care Lazisnu Bali dan LTN NU Bali, Gedung Serbaguna Kantor PWNU, Bali.

Dalam wawancara tribun-bali.com dengan H Ekky Rezal sebagai Ketua Nu-care Lazisnu Provinsi Bali, dia mengatakan kegiatan nobar ini untuk memberikan pendidikan politik.

Baca: Tabanan Telah Buka Pendaftaran PPPK, BKPSDM Sebut Jumlah Formasi Masih Menunggu Pusat

Baca: 6 Masalah Keuangan yang Harus Kamu Bicarakan dengan Pasangan Sebelum Memutuskan Menikah

"Kami itu mau melakukan pendidikan politik. Dengan adanya debat ini kita bisa ada tolak ukur, bahwa pemikiran-pemikiran masyarakat Nahdliyin khususnya, maupun teman-teman relawan itu bisa menilai sebuah debat.

"Sehingga debat menjadi edukasi politik yang cerdas dan bermartabat, itu yang kami harapkan. Jadi bukan sekadar debat adu mulut tanpa dasar," kata Ekky sapaannya.

"Makanya tadi sempat saya minta kepada teman-teman pendapatnya usai beberapa sesi debat, dari situ bisa dilihat, oh ternyata pemikiran teman-teman sudah sampai di sini, misalnya.

Baca: Trending Di Twitter, Cuitan Kocak Bertagar Terimakasih Mantan, Ada Yang Bijak Dan Galau

Baca: Majikannya Tewas dalam Kecelakaan Pesawat, Anjing Emiliano Sala Setia Menunggu Jenazah Tuannya

"Mengapa? Karena selama ini kita tahu politik itu seperti barang yang tabu untuk dibicarakan. Tapi sekarang ternyata tidak. Kita membuka wawasan selebar-lebarnya untuk mencerdaskan pemikiran kita dalam hal politik itu sendiri," ujarnya.

Selain masyarakat Nahdliyin yang hadir, ada juga pengurus dan juga para relawan Jokowi-Maruf.

Acara nobar ini digelar informal dan lebih santai.

Baca: Temuan Praktik Prostitusi Berkedok Warung, Bupati Suwirta Minta Desa Buat Perarem atau Perdes

Baca: Jokowi Ungkap Soal Tanah Ratusan Ribu Hektar Prabowo, Ternyata Ini Daftar Kekayaan Prabowo Versi KPK

Menurutnya, acara dibuat santai dan natural agar peserta tereksplor.

Diungkapkan Ekky, pihaknya akan kembali mengadakan nobar yang terakhir.

Acara nobar Minggu malam tersebut juga dihadiri Ketua PWNU Bali, KH Abdul Azis.

(*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved