Kontribusi Pertanian pada Ekonomi Terus Menurun, Mahasiswa STIS PKL Analisis Data Pangan di Bali

Cok Ace mengatakan, pesatnya perkembangan pariwisata terus menekan sektor pertumbuhan pertanian Bali

Kontribusi Pertanian pada Ekonomi Terus Menurun, Mahasiswa STIS PKL Analisis Data Pangan di Bali
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Pembukaan PKL - Suasana pembukaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) 516 Mahasiswa Polteknik Statistika STIS di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (18/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tingginya perkembangan pariwisata ternyata telah membawa dampak pada perubahan sendi kehidupan masyarakat di Bali. 

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengatakan, pesatnya perkembangan pariwisata terus menekan sektor pertumbuhan pertanian Bali. 

Menurut data, kontribusi pertanian terhadap ekonomi Bali terus mengalami penurunan.

Pada tahun 2010 kontribusi lapangan usaha pertanian dalam arti luas terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali yaitu 17,17 persen.

Baca: Yuk, Coba Diet Plenetarian! Tren Baru Pola Makan Sehat Peduli Lingkungan

Baca: Rudenim Kerja Sama dengan UNCHR, Lakukan Sosialisasi tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri

Selanjutnya, kontribusi ini terus menurun hingga tahun 2018 menjadi hanya 13,81 persen.

“(Penurunan kontribusi) ini akibat dari lahan pertanian yang semakin berkurang akibat derasnya alih fungsi lahan, antara lain untuk pembangunan sarana prasarana pariwisata,” kata Cok Ace saat membuka Praktek Kerja Lapangan (PKL) Polteknik Statistika STIS di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (18/2/2019).

Cok Ace menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2018 berdasarkan data BPS yaitu 6,35 persen.

Tingkat kemiskinan Bali pada September 2018 yaitu 3,91 persen dan merupakan terendah kedua se-Indonesia setelah DKI Jakarta.

Baca: Rekomendasi Body Scrub Lokal untuk Kulit Sehat & Cerah Alami, Ada Lulur Tradisional Bali

Baca: Jalan Kaki Pun Bisa Bikin Tubuh Ideal, Begini Caranya

Sedangkan tingkat pengangguran Bali masih 1,37 persen, dan menjadi yang terendah se-Indonesia.

Menurutnya, bisa saja pekerjaan menjadi error atau salah arah manakala datanya yang salah.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved