Berita Pemkot Denpasar

Diikuti Peserta dari Seluruh Bali, Rai Mantra Buka Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas

Utsawa Dhama Gita Penyandang Disabilitas dengan keikutsertaan dari seluruh Bali kembali di gelar Pemkot Denpasar melalui Dinas Sosial Kota Denpasar

Diikuti Peserta dari Seluruh Bali, Rai Mantra Buka Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas
Humas Pemkot Denpasar
Utsawa Dhama Gita Penyandang Disabilitas dengan keikutsertaan dari seluruh Bali kembali di gelar Pemkot Denpasar melalui Dinas Sosial Kota Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Utsawa Dhama Gita Penyandang Disabilitas dengan keikutsertaan dari seluruh Bali kembali di gelar Pemkot Denpasar melalui Dinas Sosial Kota Denpasar.

Puluhan peserta dari masing-masing duta kabupaten/kota dan yayasan di Bali terlibat dalam kegiatan tahunan Pemkot Denpasar yang dirangkaikan dalam kegiatan HUT Kota Denpasar ke-231 Tahun.

Kegiatan dibuka secara resmi Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra ditandai dengan penyerahan piala bergilir Walikota Denpasar kepada Ketua Panitia, I Ketut Masir untuk dapat diperebutkan kembali, Senin (18/2/2019) di Gedung Wanita Santhi Graha Kota Denpasar.

Kegiatan ini tampak pula dihadiri Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Kadis Sosial Denpasar, Made Mertajaya, serta Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar Ny. IA Selly Dharmawijaya Mantra.

Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra menyambut baik dilaksanakannya kembali kegiatan Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas dengan keikutsertaan dari seluruh Bali.

Secara berkesinambungan kegiatan ini nantinya diharapkan dapat melibatkan anak-anak usia sekolah sebagai peserta pendamping yang nantinya dapat bersama-sama melakukan pengembangan, penguatan dan pelestarian khususnya dalam kesusastraan Bali.

Hal ini tak terlepas dari zaman milenial generasi muda yang dapat dilakukan penguatan, pengembangan dan pelestraian kebudayaan Bali secara berkesinambungan.

Sehingga penguatan “Wiweka” dalam pola pikir modern mampu ditelaah lewat berperilaku yang meperhatikan kehati-hatian dan penuh pertimbangan.

Artinya tidak pernah ceroboh dalam bertindak dengan selalu mempergunakan akal sehat dan pikiran yang positif, serta selalu mengutamakan perbuatan yang baik dan menghindari perbuatan yang tidak baik.

Modernisasi saat ini diharapkan mampu memperkuat kebudayaan Bali dengan berpikir yang baik mampu memilah mana yang baik dan mana yang buruk.

Halaman
12
Editor: Widyartha Suryawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved