Pemutusan Internet Kembali Diusulkan pada Nyepi Tahun Ini, Ini Kata Ketua PHDI Bali

Pada pelaksanaan Nyepi tahun 2019, PHDI Bali bersama Majelis Agama, Majelis Desa Pakraman, serta pemerintah kembali mengusulkan pemutusan internet

Pemutusan Internet Kembali Diusulkan pada Nyepi Tahun Ini, Ini Kata Ketua PHDI Bali
Tribun Bali/Putu Supartika
Ketua PHDI Bali Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada pelaksanaan Nyepi saka 1941 tahun 2019, PHDI Bali bersama Majelis Agama, Majelis Desa Pakraman, serta pemerintah kembali mengusulkan pemutusan internet selama 24 jam.

Pemutusan internet ini akan dilaksanakan tanggal 7 Maret 2019 bertepatan dengan Hari Suci Nyepi mulai pukul 06.00 Wita hingga 8 Maret 2019 pukul 06.00 Wita.

Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan tujuan pemutusan internet saat Nyepi ini sama dengan setahun lalu, agar umat saat melaksanakan Catur Brata Penyepian.

“Ini agar saat Hari Raya Nyepi tidak ada provokasi, karena saat perayaan Nyepi sebelum-sebelumnya banyak terjadi fitnah, raja pisuna, kebencian, kata kasar, penghinaan berseliweran di dunia maya sehingga terjadi perkelahian,” kata Sudiana saat diwawancarai di IHDN Denpasar, Selasa (19/2/2019).

Baca: Jelang Nyepi, Perajin Ogoh-ogoh Banjir Pesanan

Baca: Agar Tidak Ganggu Jalur Melasti dan Nyepi, PHDI Imbau Tertibkan Alat Peraga Kampanye

Baca: Nyepi Jatuh pada 7 Maret, PHDI-Polda Bali Koordinasikan Kegiatan Dharma Santi Nasional

Ia mengatakan, dengan dimatikannya koneksi internet saat perayaan Nyepi tahun 2018 kemarin, perayaan Nyepi berlangsung khidmat dan hampir tanpa cacat.

“Mudah-mudahan usulan untuk menghentikan internet tanggal 7 Maret ini, Nyepi lebih baik dari tahun lalu dan umat Hindu dan umat di Bali jadi nyaman, tenang, dan terbuka apalagi menjelang pemilu,” katanya.

Melalui Catur Brata Penyepian, semua sukses, apalagi ada karya Panca Wali Krama sehingga Bali menjadi kondusif dan disegani oleh dunia dan bisa menjadi contoh untuk bangsa-bangsa lain. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved