WNA Pakistan Mengaku Diperas Saat Bikin KITAS, Ini Jawaban Tegas Sutrisno

Kakanwil Kemenkumham Bali, Sutrisno memberi tanggapan atas pengakuan Shanan Waseem Sheikh di media sosial.

WNA Pakistan Mengaku Diperas Saat Bikin KITAS, Ini Jawaban Tegas Sutrisno
TRIBUN BALI/BUSRAH ARDANS
Kakanwil Kemenkumham Bali, Sutrisno memberi tanggapan atas pengakuan Shanan Waseem Sheikh di media sosial. Dirinya membantah kejadian itu, sekaligus menegaskan bahwa apa yang dituliskan WNA itu tidak benar. 

Ada WNA Mengaku Diperas Saat Bikin KITAS, Ini Jawaban Tegas Sutrisno. Kakanwil Kemenkumham Bali, Sutrisno memberi tanggapan atas pengakuan Shanan Waseem Sheikh di media sosial.

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Beberapa hari ke belakang jagat media sosial di Bali ramai menyoroti curhatan seorang warga negara asing (WNA) asal Pakistan bernama Shanan Waseem Sheikh (34).

Shanan Waseem Sheikh awalnya mengunggah tulisan curhatannya di status laman Facebook Bali Blacklist tentang masalahan yang dihadapinya saat mengurus Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) di Kantor Imigrasi di Bali, beberapa waktu lalu.

Dalam unggahannya tercatat 15 Februari pukul 17.19 WITA lalu itu, Shanan mengungkapkan bahwa pihak imigrasi (oknum) meminta uang Rp 15 juta untuk mengurus KITAS dan mengancam untuk mendeportasinya.

Kakanwil Kemenkumham Bali, Sutrisno memberi tanggapan atas pengakuan Shanan Waseem Sheikh di media sosial.

Baca: Alih-alih Diminta Balas Budi Ibu Angkat, Bunga Dijual ke Pria Hidung Belang, Diupah Rp 50 Ribu

Baca: Sepeninggal Turah Baba Nasib Puri Anyar Denpasar Makin Terlupakan, Begini Kondisinya Saat Ini

Baca: Kisah Ani Yudhoyono Muda, Secangkir Kolak yang Dibawa SBY Dibuat Banyak Agar Cukup Sekeluarga

Baca: Reaksi Bule Tahu Kecilnya Gaji di Indonesia: Kok Bisa Hidup Ya?, Intip UMP 2019 di 33 Provinsi

Dirinya membantah kejadian itu, sekaligus menegaskan bahwa apa yang dituliskan WNA itu tidak benar.

"Mana ada orang imigrasi minta Rp 15 juta. Saya sudah cek dan periksa itu, tidak benar. Mana ada, berani minta-minta saya marahin. Minimal saya akan pindahkan. Suruh jaga pos satpam itu. Tidak betul itu," tegas Sutrisno saat ditemui seusai melantik perpindahan pewarganegaraan di Gedung Kemenkumham Bali, Selasa (19/2/2019) siang tadi saat dikonfirmasi, angkat bicara.

Sutrisno menjelaskan, WNA itu dahulunya memegang KITAS namun begitu ke luar negeri KITAS-nya mati.

"Saat kembali, diberikan visa kunjungan keluarga yang berlaku 2 bulan. Setiap bulannya diperpanjang satu bulan-satu bulan."

"Di situ dia merasa dipersulit. Apa dasarnya mempersulit? Memang aturannya harus diperpanjang satu-satu bulan.

Halaman
12
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved