Apakah KIA Jadi Syarat Untuk Mendaftar Sekolah di Denpasar? Begini Aturannya

Pihaknya juga tidak pernah mengeluarkan persyaratan bahwa untuk bisa mendaftar sekolah, siswa harus memiliki KIA.

Apakah KIA Jadi Syarat Untuk Mendaftar Sekolah di Denpasar? Begini Aturannya
KEMENDAGRI
Spesifikasi tampak belakang blanko kartu identitas anak sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hingga saat ini, Kartu Identitas Anak (KIA) belum menjadi syarat untuk mendaftar sekolah di Denpasar.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Denpasar, Wayan Gunawan Rabu (20/2/2019).

Pihaknya juga tidak pernah mengeluarkan persyaratan bahwa untuk bisa mendaftar sekolah, siswa harus memiliki KIA.

"KIA itu bukan persyaratan untuk masuk sekolah dan saya merasa kasihan kepada sejumlah orang tua yang khawatir anaknya tidak bisa masuk sekolah karena belum memiliki KIA. Kalau persyaratannya yakni surat keterangan lulus bagi yang belum mendapatkan ijazah dan Kartu Keluarga," katanya.  

Ia menambahkan hal ini sering dihembuskan oleh masyarakat, sehingga muncul keresahan. 

Senada dengan hal itu, Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Denpasar, AA Istri Agung mengatakan sementara ini kegunaan KIA itu masih hanya sebatas kartu identitas.

"Tidak ada aturan kalau nyari sekolah harus punya KIA. Dan belum juga ada kerjasama dengan pihak swasta untuk pemilik KIA misal dapat potongan kalau belanja. Itu belum ada," kata Istri Agung. 

KIA ini berlaku untuk anak yang baru lahir hingga umur 17 tahun kurang sehari dan pencetakannya tetap berjalan sepanjang ada permohonan serta sarana dan prasarana memadai. 

Tahun 2019 ini pihaknya akan mengadakan jemput bola ke SD dan SMP untuk pembuatan KIA ini.

"Tahun 2019 kami akan ke sekolah koordinasi dengan sekolah, yang mana kami dahulukan. Kalau diumumkan semua, nanti malah gawat dan ramai, antreannya jadi panjang. Intinya bagaimana caranya agar tidak ramai, sesuaikan dengan bahan kita yang ada di sini dan alat mampu atau tidak," katanya.

Sementara itu mengungkapkan pihaknya akan melakukan sosialisasi ke SD dan SMP san meminta agar persyaratan dikumpulkan oleh guru.

"Nanti biar guru yang ngurus langsung kolektif karena sudah ada bantuan dari pusat," katanya.

Untuk yang mengurus akte kelahiran masih tetap menggunakan sistem paket akte lahir langsung dapat KIA. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved