Diskominfos, DPRD dan KPID Bali Sepakat Tutup Siaran TV & Radio Selama Nyepi

Rencana untuk menutup siaran televisi maupun radio pada saat Hari Raya Nyepi nyatanya akan benar-benar dilakukan

Diskominfos, DPRD dan KPID Bali Sepakat Tutup Siaran TV & Radio Selama Nyepi
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali, I Nyoman Sujaya saat jumpa pers di kantornya, Rabu (20/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rencana untuk menutup siaran televisi maupun radio pada saat Hari Raya Nyepi nyatanya akan benar-benar dilakukan.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali, I Nyoman Sujaya mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Komisi I DPRD Bali dan KPID Bali terkait siaran pada saat Hari Raya Nyepi.

Baca: Iming-imingi Korban jadi Pegawai Tetap RS Bali Mandara, Prasetya Menipu hingga Ratusan Juta

Baca: Bhayangkari Gadungan Janjikan Lolos Masuk Polri & Tipu Korban hingga Rp 639 Juta

Dijelaskan Sujaya, ketiga lembaga ini telah sepakat untuk tidak melakukan siaran pada saat Hari Raya Nyepi baik di televisi maupun radio.

"Itu sudah diterima oleh KPI Pusat dengan Kominfo juga dan akan ditindaklanjuti, akan ada surat edaran," terangnya saat melakukan jumpa pers di kantornya, Rabu (20/2/2019).

Sujaya juga menyinggung terkait "rembesan" siaran dari Jawa Timur dan NTB.

Baca: Sampah Menumpuk Tanpa Dilakukan Pengolahan, Suwirta Sidak Lokasi TOSS Desa Gelgel

Baca: Gede Panca Senang Dapat Hadiah Mobil dari Berkah Energi Pertamina

Untuk itu, pihaknya mengaku akan melakukan koordinasi dan membuat nota kesepahaman dengan KPID Jawa Timur dan KPID NTB.

Berbeda dengan siaran, rencana mematikan internet pada saat Hari Raya Nyepi justru masih menjadi pembicaraan.

Sujaya mengatakan, pihaknya masih menunggu pembahasan di FKUB.

Baca: Sebatang Kara, Janda 81 Tahun Ini Bertahan Hidup di Pulau Sengketa Korea Selatan dan Jepang

Baca: Polisi Kroasia Temukan Mayat di Dalam Kulkas, Diduga Perempuan yang Menghilang 18 Tahun Lalu

Dijelaskan bahwa pemutusan internet ini bukan dari umat Hindu semata melainkan juga umat lainnya yang terangkum dalam FKUB.

"Kami masih menunggu itu, kalau memang ada kesepakatan di FKUB nanti kami memfasilitasi pemerintah untuk ke pusat," jelasnya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved