Gubernur Koster Akan Kembangkan Minimarket Milik Desa Adat

Gubernur Bali, Wayan Koster mengaku sedang berupaya mewujudkan ekonomi kerakyatan dengan melibatkan desa adat sebagai pilar pembangunan

Gubernur Koster Akan Kembangkan Minimarket Milik Desa Adat
Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali
Gubernur Koster beraudensi dengan Bali Business Network (BBN) dan Perusahaan Daerah (Perusda) Provinsi Bali, di ruang kerjanya, Rabu (20/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster mengaku sedang berupaya mewujudkan ekonomi kerakyatan dengan melibatkan desa adat sebagai pilar pembangunan Bali.

Salah satu upaya tersebut yakni dengan mengembangkan konsep minimarket milik desa adat.

Wacana ini keluar dalam audensi dengan Bali Business Network (BBN) dan Perusahaan Daerah (Perusda) Provinsi Bali, di ruang kerjanya, Rabu (20/2/2019).

Baca: Gubernur Koster Ingin Kearifan Lokal Masuk dalam Kurikulum Pendidikan di Bali

Baca: Soal Dugaan Paedofil di Ashram Klungkung, Merdeka Sirait : Tidak Ada Alasan Jika Ada Bukti Permulaan

Gubernur Koster mengatakan, setelah terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) No. 99 tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali, pihaknya akan menata pemasaran produk lokal dari hulu hingga ke hilir melalui Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA).

Salah satu unit usaha yang akan dijalankan BUPDA adalah sejenis minimarket yang saat ini sesungguhnya sudah dijalankan di beberapa desa.

“Yang sudah jalan kita tata, ada juga yang baru tapi memang harus melalui proses assesment,” ujarnya.

Baca: Modal Foto Editan dan Baju Bhayangkari, Niswatun Berhasil Tipu Korban hingga Ratusan Juta

Baca: Sekarang Bisa Makan Nasi Campur Bali di Udara, Nikmati Sensasinya di Puluhan Ribu Kaki

Gubernur Koster berharap unit usaha ini nantinya tidak saja berjalan secara bisnis, namun juga mencerminkan kearifan lokal Bali.

Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini berharap tidak menggunakan istilah luar seperti ‘mart’ dan arsitekturnya pun diharapkan mencerminkan budaya Bali.

Sementara itu, Direktur BBN, I Made Abdi Negara mengatakan pihaknya terus mematangkan konsep agar rencana ini bisa berjalan berkelanjutan.

Baca: Diskominfos, DPRD dan KPID Bali Sepakat Tutup Siaran TV & Radio Selama Nyepi

Baca: Iming-imingi Korban jadi Pegawai Tetap RS Bali Mandara, Prasetya Menipu hingga Ratusan Juta

“Kita tidak ingin seperti program serupa di beberapa daerah yang hanya berjalan sebentar karena kurangnya keseriusan,” kata Abdi.

Oleh karena itu pihaknya menyiapkan konsep yang mencakup tiga aspek yakni manajemen, pelatihan dan pengawasan.

BBN juga akan melakukan studi dampak sosial agar program ini nantinya bisa benar-benar diterima masyarakat dan tepat sasaran.

Dirut Perusda Bali, Suryawan Dwimilyanto berharap kehadiran dan komitmen orang-orang yang berkomitmen di bidangnya akan membuat konsep ekonomi kerakyatan ini bisa segera terwujud. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved