Iming-imingi Korban jadi Pegawai Tetap RS Bali Mandara, Prasetya Menipu hingga Ratusan Juta

Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan berhasil mengamankan pelaku tindak pidana penipuan atau penggelapan bernama Ida Bagus Gde Baruna Prasetya

Iming-imingi Korban jadi Pegawai Tetap RS Bali Mandara, Prasetya Menipu hingga Ratusan Juta
Tribun Medan
Ilustrasi penggelapan uang. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan berhasil mengamankan pelaku tindak pidana penipuan atau penggelapan bernama Ida Bagus Gde Baruna Prasetya (31). 

Pelaku menggunakan modus meyakinkan korbannya bernama Luh Putri Ari Fianty (26) bisa diterima bekerja di RS Bali Mandara, dan setelah 2 tahun akan menjadi ASN atau Aparatur Sipil Negara. 

“Ada beberapa orang ingin mencari kerja dan masuk di RS itu. Kemudian pelaku meyakinkan korbannya mereka dapat masuk melalui jalur khusus yang disiapkan tersangka. Sudah menyetor uang sampai Rp 175 juta dari Tahun 2018 hingga sekarang korban belum bekerja di RS tersebut lalu melapor ke kami,” ungkap Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya, Rabu (20/2/2019).

Baca: Sampah Menumpuk Tanpa Dilakukan Pengolahan, Suwirta Sidak Lokasi TOSS Desa Gelgel

Baca: Gede Panca Senang Dapat Hadiah Mobil dari Berkah Energi Pertamina

Berdasarkan laporan tersebut, didapat informasi bahwa pelaku pada hari Minggu tanggal 3 Februari 2019, sekira pukul 01.30 Wita sedang berada di daerah Kuta untuk merayakan ulang tahun pacarnya.

Atas informasi tersebut, Kanit Reskrim Iptu Hadimastika melakukan pengejaran bersama dengan anggota Buser yang dibantu oleh pihak keluarga korban, selanjutnya menangkap pelaku dan mengamankannya ke Polsek Denpasar Selatan.

Kasus ini berawal dari saksi I Gusti Agung Hendra Dinata (27) dan IB Gd Andika Putra (51) yang ingin menjadi pegawai tetap di RS Bali Mandara Denpasar, karena mendengar informasi ada lowongan sebagai tenaga medis dan dijanjikan bisa bekerja di RS Bali Mandara, kemudian setelah 2 tahun bekerja akan diangkat menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara).

Baca: Sebatang Kara, Janda 81 Tahun Ini Bertahan Hidup di Pulau Sengketa Korea Selatan dan Jepang

Baca: Polisi Kroasia Temukan Mayat di Dalam Kulkas, Diduga Perempuan yang Menghilang 18 Tahun Lalu

Namun, informasi yang dimaksud hanya orang tertentu saja yang mengetahuinya, lalu saksi dikenalkan oleh teman saksi yang bernama Riki yang kebetulan satu kantor dengan pelaku Baruna Prasetya di RSUD Wangaya Denpasar.

Selanjutnya setelah melakukan pembicaraan melalui telpon, saksi dijanjikan bisa bekerja di RS Bali Mandara dengan menyerahkan uang DP sebesar Rp 20 juta pada tanggal 5 Januari 2018 di Warung Ceret Jalan Tukad Yeh Aya Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan.

Pada tanggal 19 Januari 2019 saksi diantar oleh pacar saksi yang bernama I Gusti Agung Hendra Dinata kembali bertemu di Warung Ceret, dan pelaku menerangkan bahwa SK (Surat Keputusan)-nya sudah mau keluar dan tinggal tanda tangan, tapi saksi diminta untuk melunasi sisa pembayaran sebesar Rp 155 juta.

Baca: Festival Imlek Banyuwangi Suguhkan Akulturasi Budaya

Baca: Takut Memulai Bisnis? Jangan Risau, Begini Tips Mengelola Rasa Takut Tersebut

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved