Kaki Sarah Tersangkut di Pohon Mangrove, Begini Keseruan Peserta Lomba Susur Mangrove

Lomba susur mangrove tak hanya diikuti oleh warga lokal, mahasiswa, dan siswa, namun juga diikuti oleh wisatawan asing

Kaki Sarah Tersangkut di Pohon Mangrove, Begini Keseruan Peserta Lomba Susur Mangrove
Tribun Bali/I Putu Supartika
Lomba susur mangrove di kawasan hutan mangrove DAM Estuaru, Batu Lumbang, Pemogan, Denpasar, Rabu (20/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lomba susur mangrove tak hanya diikuti oleh warga lokal, mahasiswa, dan siswa, namun juga diikuti oleh wisatawan asing, salah satunya asal Jerman yakni Sarah.

Ia mengaku sangat senang bisa ikut acara ini karena ada edukasi untuk masyarakat dan pemuda tentang cara menangani sampah plastik, utamanya di kawasan mangrove.

Hal ini dikarenakan saat menyusuri mangrove juga dilakukan kegiatan memungut sampah plastik yang ada di sela-sela pohon mangrove.

Baca: Tinggal 8 Hari Lagi, Yuk Kunjungi Pameran Perhiasan Emas UBS di Tiara Dewata

Baca: Tes Kepribadian: Siapa Yang Paling Bodoh di Gambar Ini? Bisa Ungkap Karaktermu Yang Sesungguhnya

Selama perjalanan mendayung kano di rawa di antara mangrove, ia merasa sedikit kesulitan.

Apalagi saat kano yang digunakannya sudah berisi sampah plastik sehingga agak berat saat didayung.

Selain itu, ia mengaku kakinya sempat tersangkut di antara dahan pohon mangrove saat mengambil sampah plastik.

"Kaki saya tersangkut di dahan mangrove saat ambil sampah plastik," kata Sarah usai mengikuti lomba susur mangrove ini, Rabu (20/2/2019).

Baca: Motif Disney jadi Favorit Pengunjung Pameran Perhiasan Emas UBS

Baca: Jangan Tidur dengan Rambut Basah, Ini 7 Masalah Kesehatan yang Bisa Ditimbulkan

Sementara peserta lain, Vindi Wedhawati dari Fakultas Kelautan dan Perikanan UNUD mengatakan berbagai kesulitan yang dialaminya, salah satunya saat perlombaan baru dimulai, dimana dia berebut sampah dengan peserta lain.

"Sama pas menuju finish juga, terburu-buru sampai-sampai karena banyak kano jadi macet. Kanonya juga sulit dikendalikan dan tidak bisa menghentikan kanonya karena agak capek," tutur mahasiswi semester empat ini.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved