Babak Baru Pembangunan Lokasi Bandara Bali Utara, Aparat Desa Adat Diajak Bertemu Jokowi di Istana

Rencana pembangunan bandara di wilayah Bali Utara dikhawatirkan menimbulkan polemik di kalangan masyarakat Desa Kubutambahan.

Babak Baru Pembangunan Lokasi Bandara Bali Utara, Aparat Desa Adat Diajak Bertemu Jokowi di Istana
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya meninjau rencana lokasi pembangunan Bandara Buleleng di Dusun Tukad Ampel, Kubutambahan, Kamis (21/2/2019). 

"Masyarakat sepakat mau di mana pun dibangun,  sepanjang pemerintah yang menentukan. Yang jelas tidak ada relokasi pura, itu sudah harga mati. Maka dari itu kami berharap penlok cepat diproses, supaya tidak menjadi wacana saja. Kalau ada oknum yang mau bermain, main lah di pusat. Jangan bawa masalah itu ke bawah sehingga membuat masyarakat di sini terbelah," tegasnya.

Masyarakat Desa Kubutambahan lebih banyak memilih bandara dibangun di darat atau di laut?

"Saya tidak bisa hitung. Karena tidak pernah survei. Namun yang jelas bagaimana kita melihat kondisi real. Seperti sekarang, pemerintah teka, menteri teka, men nyen kegugu. Yen sing ye kegugu, men nyen? Menteri bilang dari tiga lokasi yang disurvei di sini (darat,red) paling bagus," jawab Warkadea.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, juga sempat melakukan peninjauan ke Bukit Teletubies pada Minggu (30/12/2018) siang.

Dalam kedatangannya, Menteri Sumadi membawa kabar jika Izin penlok akan segera turun bulan Maret atau April 2019.

Dalam kunjungannya itu,  Menteri Sumadi mengatakan, berdasarkan tinjauan fisik yang ia lakukan, lahan di wilayah Desa Kubutambahan dinilai paling ideal bila dibandingkan di wilayah Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, dan Letkol Wisnu.

Sebab, lokasinya jauh dari pemukiman, sehingga tidak perlu merelokasi penduduk sekitar.

Pun terkait teknis, mengingat kountur tanahnya berbukit, proses yang dilakukan hanya cut and fill (gali dan urug).

Artinya, tidak mendatangkan tanah dari tempat luar, sehingga pembangunan akan lebih mudah. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved