Cegah Radikalisme Masuk Kampus, PMII & Polda Bali Bersinergi Jelang Muspimnas PMII 2019

Dalam rangka mencegah dan menanggulangi paham ideologi radikalisme semakin meluas di kawasan kampus, PMII Bali mengadakan pertemuan dengan Polda Bali

Cegah Radikalisme Masuk Kampus, PMII & Polda Bali Bersinergi Jelang Muspimnas PMII 2019
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Pertemuan PMII Bali dan Polda Bali mendiskusikan tema terkait mencegah paham radikalisme masuk kampus. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam rangka mencegah dan menanggulangi paham ideologi radikalisme semakin meluas di kawasan kampus, PMII Bali mengadakan pertemuan dengan Polda Bali khususnya Direktorat Intelkam.

 
Pertemuan digelar di salah satu restauran di kawasan Renon Denpasar, Kamis (21/2/2019). Pada pertemuan tersebut disampaikan PMII Bali akan turut hadir dalam Muspimnas PMII di Boyolali Jawa Tengah.

Hal tersebut di dukung Polda Bali karena sebagai bentuk melawan, mencegah dan menanggulangi ideologi radikalisme yang tengah digencarkan kepada generasi muda.

“Kita menyambut baik teman-teman mahasiswa yang tergabung dalam PMII Bali ini untuk menjaga Bali aman dan kondusif jelang Pilpres dan Pileg 2019. Selama acara disana (Muspimnas) jaga nama baik Bali yang nilai toleransinya tinggi,” ucap polisi yang hadir dalam acara tersebut. 

 
Ia menambahkan kepada 10 orang anggota PMII Bali sepulang dari acara diharapkan dapat menyampaikan hasil-hasil dari pertemuan tersebut dan bersinergi dengan Polda Bali dalam menciptakan keamanan dan ketertiban Pulau Bal serta mencegah dan menanggulangi paham radikalisme.

 
Sementara Wakil Sekretaris PKC PMII Bali Nusra, Muhamad Nurwahid Alhadi mengatakan, kampus di Bali seperti wilayah Badung, Jembrana dan Buleleng daerah pesisir sudah dimasuki paham ideologi radikalisme.

 
Pihak PMII Bali sudah berkoordinasi dengan Rektor kampus tersebut menginformasikan adanya mahasiswa yang sudah menjadi bibit-bibit radikalisme.

 
Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa di Bali untuk tidak melupakan dan mempelajari kembali sejarah tentang Indonesia karena sejarah adalah tonggak kemajuan Bangsa ini.

“Radikalisme itu sangat mewabah dan generasi yang akan diserang itu adalah generasi millenial. Dimana mereka masih gampang dimasuki paham radikalisme. Kedepannya ketika umur 40 itu sudah matang sehingga tidak dapat di cegah kembali. Dan ideologi radikalisme sudah masuk di beberapa kampus di Bali,” jelasnya.

 
Untuk diketahui bahwa Muspimnas di Boyolali digelar selama tiga hari mulai 23-25 Februari 2019.

 
Pertemuan PMII Nasional tersebut diadakan guna bermusyawarah bermufakat menentukan konstitusi sebuah organisasi.

 
Tema yang diusung Muspimnas PMII tahun 2019 yakni Khidmat Untuk Negeri, PMII dalam Narasi Pembangunan.(*)

 
 

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved