Ketua Maczman Bali Ungkap Kejadian di Hotel, Bicara Permainan Uang Hingga Sebut Watak PSM

Program Mata Najwa yang secara eksklusif mewawancarai beberapa narasumber, dan kembali mengguncang persepakbolaan Indonesia.

Ketua Maczman Bali Ungkap Kejadian di Hotel, Bicara Permainan Uang Hingga Sebut Watak PSM
Tribun Bali/Rizal Fanany
Suporter Indonesia menggelar aksi damai menuju lokasi Kongres PSSl 2019 di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Minggu (20/1/2019). Dalam aksinya suporter meminta berantas mafia dan mendukung kinerja satgas anti Mafia Bola. (Tribun Bali/Rizal Fanany) 

Ketua Maczman Bali Ungkap Kejadian di Hotel, Bicara Permainan Uang Hingga Ungkap Watak PSM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beberapa hari ini ramai dibincangkan mengenai dugaan pengaturan dalam sepak bola Indonesia.

Program Mata Najwa yang secara eksklusif mewawancarai beberapa narasumber, dan kembali mengguncang persepakbolaan Indonesia.

Tidak hanya itu, postingan Petugas Satgas Anti Mafia Bola Krishna Murti di instagramnya, @krishnamurti_bd91 secara jelas mengatakan tiga klub raksasa Liga 1 yang tidak memberikan 'sesuatu' kepada wasit dalam pertandingannya.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Bali United Vs Persela Lamongan, Imbang Sudah Cukup

Baca: Saat Sekarat Erni Beri Isyarat Ini Agar Si Janin Selamat, Pelaku Langsung Belah Perut Korban

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming RCTI Timnas Indonesia Vs Kamboja, Bisa Diakses di Smartphone

Baca: Kimia Farma Badung Gelar Family Gathering Touring to Bromo

Tercatat ada PSM Makassar, Persipura Jayapura dan Persib Bandung yang dikatakan 'pelit'' terhadap perangkat pertandingan.

Berkaitan dengan itu, Tribun-Bali.com mencoba meminta tanggapan terhadap satu di antaranya, yakni dari Supporter PSM Makassar (The Maczman) wilayah Bali.

Ketua Maczman Bali, Devy Antonius Malo (35) saat dikonfirmasi via telepon, sore tadi secara blak-blakan kepada Tribun-Bali.com bahwa hal itu sudah bukan menjadi rahasia lagi.

Dirinya dan teman-teman Maczman Bali menuturkan tidak heran dan keget tentang postingan Krishna Murti tersebut.

Dari pengalamannya, dia menjelaskan kalau hal itu sudah diketahuinya sejak lama karena PSM Makassar memegang teguh harga diri klub juga profesionalisme.

"Kalau dari kita, hal itu memang bukan rahasia umum. Karena kebetulan kalau saya sama manajemen itu dekat juga," kata dia kepada tribun-bali.com, dengan logat Makassar-nya.

"Jadi kalau setiap pertandingan kan saya biasa datang ke hotelnya bicara-bicara tentang adanya permainan uang."

"Jadi kalau dibilang PSM 'pelit' ya kita tidak terlalu heran dan tidak kaget ji. Karena PSM itu kan ada istilahnya 'siri na pacce'-nya (harga diri) maka itu yang dipegang,"

Dia melanjutkan, saat pertandingan terakhir, dirinya dan seluruh supporter merasa begitu sedih, itulah mengapa ungkapnya setelah unggul 2-0 banyak dari supporter yang meninggalkan stadion.

"Mengapa waktu pertandingan terakhir itu kita sedih sekali karena kita sudah tahu ada yang 'diatur' yang biasanya membuat suporter tidak terima."

"Jadi kalau dibilang PSM 'pelit' memang begitu wataknya.Cuma ini kembali diperjelas sama Krishna Murti. Apalagi Ferdinand juga pernah bilang kita juara dua tanpa dibantu kawan," ungkapnya. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved