Breaking News:

Harga Barang Mahal dan Lalu Lintas Kapal Tak Seimbang, KAP Usulkan Pembangunan Pelabuhan Gunaksa

Raperda tentang RTRWP Bali atas revisi Perda nomor 16 tahun 2009 tentang RTRWP Bali masih dalam pembahasan Pansus DPRD Bali

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Pelabuhan Gunaksa Klungkung yang sedang dibangun, Kamis (19/5/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi (RTRWP) Bali atas revisi Perda nomor 16 tahun 2009 tentang RTRWP Bali masih dalam pembahasan Pansus DPRD Bali bersama dengan pihak eksekutif.

Kelompok Ahli Pembangunan (KAP) Provinsi Bali, Made Arca Eriawan mengatakan, sebenarnya pola tata ruang Bali pada Perda nomor 16 tahun 2009 sudah clear.

Namun, ada persoalan yang perlu dibenahi sehingga perlu dilakukan revisi terhadap Perda dimaksud, yaitu salah satunya sistem transportasi yang tidak efisien, yang memicu ketimpangan pembangunan antar wilayah di Bali.

“Ini yang membuat kita melakukan revisi tentang ketimpangan pembangunan yang terjadi di Bali. Bali Selatan terlalu cepat larinya, sedangkan Bali Timur, Utara dan Barat menjadi ketinggalan,” kata Arca Eriawan di Denpasar, Sabtu (23/2/2019).

Baca: Sandiaga Uno Kunjungi Puri Madura Karangasem, Berbincang dengan Petani dan Peternak

Baca: Peresmian Masjid Al Hasanah, Canggu Permai Dipimpin Langsung oleh Bupati Badung

Ketimpangan ini juga yang mendasari beberapa tempat di Bali menjadi kurang berkembang, sehingga menurutnya perlu dibuatkan ‘magnet’ sebagai daya tariknya.

Sistem transportasi yang tidak efisien ini juga menyebabkan ketimpangan harga barang di beberapa wilayah.

“Sekarang harga semen di Bali daratan dan di Nusa Penida tidak sama karena Kapal Roro-nya tidak jalan atau macet. Jadi membawa semen ke Nusa Penida harus dengan menggunakan kapal kecil dan membutuhkan biaya lebih besar, seperti biaya buruh untuk memikul,” terangnya.

Maka dari itu pihak KAP mengusulkan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Gunaksa harus dilanjutkan dan diselesaikan.

Baca: Beda dengan Tersangka Lainnya yang Sudah Dipenjara, Jokdri Justru Masih Bebas, Ini Penjelasan Polisi

Baca: Membaca Karakter Berdasarkan Urutan Kelahiran, Anak Tengah Si Gerak Cepat yang Ambisius

Dan bahwa jika ada persoalan teknis dalam pembangunannya harus dicarikan jalan keluar.

Lanjutnya, selama penyeberangan dengan Kapal Roro tidak sampai di Nusa Penida, maka truk tidak membawa semen ke sana, sehingga semennya harus diangkut dan dipikul yang kemudian menyebabkan harganya menjadi lebih mahal.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved