Gunung Agung Terkini

Beredar Video Viral 3 Bule Panik Saat Gunung Agung Tiba-tiba Erupsi, Ini Respon BPBD Karangasem

Tiga orang wisatawan mancanegara (wisman) yang belum diketahui identitasnya kembali bikin ulah dan nekat naik ke Gunung Agung saat erupsi.

Beredar Video Viral 3 Bule Panik Saat Gunung Agung Tiba-tiba Erupsi, Ini Respon BPBD Karangasem
Istimewa/Screensot video.
Tiga Bule mendaki saat Gunung Agung di Karangasem, Bali erupsi belum lama ini. 

Saat ini Gunung Agung berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi:

(1) Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru.

(2) Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Api Wilayah Timur, PVMBG, Devy Kamil Syahbana mengatakan, erupsi Gunung Agung tadi terjadi dua kali yaitu pada pukul 16.31 Wita dengan ketinggian 700 m di atas puncak, dan pada pukul 17.01 Wita dengan ketinggian 300 m di atas puncak.

Dampak erupsi berupa lontaran maupun hujan abu di sekitar area kawah.

Kolom erupsi teramati condong ke Timur namun arah angin sendiri mengarah ke Barat sehingga abu vulkanik berpotensi bergerak ke Barat.

"Mengingat adanya abu vulkanik yang dikeluarkan, maka PVMBG juga mengeluarkan VONA dengan kode warna orange supaya instansi terkait penerbangan udara dapat mengantisipasi lebih cepat," terangnya.

Analisis data komprefensif dari jaringan peralatan pemantauan Gunung Agung menunjukkan bahwa dalam beberapa hari terakhir ini terjadi peningkatan aktivitas magmatik di dalam tubuh Gunung Agung sehingga erupsi yang terjadi merupakan suatu keniscayaan dan wajar terjadi.

Pasca erupsi ini, Gunung Agung masih tetap berpotensi untuk erupsi kembali.

Tipe erupsi yang mungkin terjadi dapat bersifat efusif (aliran lava ke dalam kawah) maupun eksplosif (lontaran lava pijar maupun abu).

Indikasi untuk terjadinya erupsi yang besar atau yang setara dengan November 2017 lalu masih belum teramati.

Saat ini status aktivitas Gunung Agung masih berada di Level III (Siaga) dan radius bahaya masih berada di dalam radius 4 km.

PVMBG terus melakukan pemantauan 24 jam setiap hari untuk mengevaluasi ancaman bahayanya.(*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved