'Lapasku Cantik Tanpa Sampah Plastik', Lili: Tidak Hanya di Supermarket, Lapas Juga Bisa

Aturan baru yang diberlakukan di Lapas yakni tentang pelarangan penggunaan kantong plastik untuk pengunjung

'Lapasku Cantik Tanpa Sampah Plastik', Lili: Tidak Hanya di Supermarket, Lapas Juga Bisa
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Spanduk bertuliskan "Lapasku Cantik Tanpa Sampah Plastik" sebagai peraturan baru yang tertempel di depan pintu masuk Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar, Kerobokan, Badung, Bali, Kamis (21/2/2019) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar mempunyai aturan baru tentang peraturan kunjungan di Lapas.

Aturan baru tersebut terkait Peraturan Gubernur No. 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, dan Peraturan Wali Kota Denpasar No. 36 tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

Kalapas Perempuan Kelas IIA Denpasar, Lili menyebutkan aturan baru yang diberlakukan di Lapas yakni tentang pelarangan penggunaan kantong plastik untuk pengunjung.

Baca: Baju di Malam Perkosaan Dicuci Bidan Desa, Hingga Tak Ada Sprema, Polisi Curigai Hal Ini

Baca: Bertemu Pengusaha di Bali, Sandiaga Uno Bagi Tips Menaikkan Kelas UMKM

"Jadi kita kan mendukung Pergub dan Perwali di tahun ini yang menyerukan untuk mengurangi sampah plastik. Kami pun di Lapas bisa. Setiap pengunjung yang membawa kantong plastik kami sarankan untuk membawa kantong ramah lingkungan, tas kain itu ataupun rantang. Jangan sampai membawa kantong plastik,"

Petugas Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar saat memeriksa pengunjung.
Petugas Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar saat memeriksa pengunjung. (Kalapas Perempuan Kelas IIA Denpasar)

"Kami minta di bagian penjagaan di depan, siapa yang membawa rantang untuk difoto. Jadi banyak sekarang pengunjung itu bawa rantang," paparnya kepada Tribun Bali, Kamis (21/2/2019).

Pihaknya menyebutkan bahwa tidak hanya di supermaket saja yang bisa memerangi penggunaan plastik, namun di Lapas juga bisa melakukan hal serupa.

Baca: 4 Zodiak Cewek Ini Dikenal Ceroboh dan Sering Lakukan Kesalahan

Baca: Remaja 16 Tahun Ini Tega Rusak Kehormatan Kakaknya Hingga 40 Kali, Dipicu Nonton Video Porno

Bahkan, pihaknya juga membuat spanduk dengan tulisan "Lapasku Cantik Tanpa Sampah Plastik" yang ditempel di depan pintu masuk Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar.

"Tidak hanya di supermarket besar, kami di Lapas juga bisa melakukan itu. Sampai kami bikin spanduk bertuliskan 'Lapasku Cantik Tanpa Sampah Plastik',"

"Di dalam Lapas pun juga sama. Plastik juga sudah kami kurangi. Bungkus-bungkusnya kami pakai daun, cup-cup kertas dan kotak-kotak yang tidak terbuat dari plastik," ujarnya.

Menurut dia, peraturan tidak diperbolehkan menggunakan kantong plastik untuk kunjungan di dalam lapas, baru dilakukan di Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar.

Baca: OPM Terus Melawan dengan Kirim 7 Ultimatum, Warga Non-Papua Segera Dieksekusi

Baca: Pernah Diserang Anjing Secara Tiba-Tiba? Ini yang Harus Dilakukan

Peraturan tersebut mendapat repons positif dari para pengunjung lapas dan para warga binaan.

Pihaknya juga mengklaim Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar sebagai pelopor lapas yang memerangi sampah plastik.

"Sekarang sampah-sampah plastik kami sudah berkurang. Ini peraturan baru. Belum pernah ada di peraturan Lapas lainnya. Bisa dibilang Lapas Perempuan ini sebagai Lapas pelopor memerangi plastik," ungkapnya.

Sementara, peraturan baru tidak diperbolehkan membawa kantong plastik bagi pengunjung ke Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar sudah dideklarasikan sejak 1 Februari 2019 lalu.(*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved