Peringati Hari Sampah Nasional, Pemprov Bali Lakukan Pembersihan dengan Sasar Tempat-Tempat Umum

Pemprov Bali saat ini mencoba melaksanakan pembersihan sampah plastik dengan menyasar langsung sektor-sektor fasilitas umum seperti areal pura, sungai

Peringati Hari Sampah Nasional, Pemprov Bali Lakukan Pembersihan dengan Sasar Tempat-Tempat Umum
Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali
Pelaksanaan aksi bersih-bersih sampah plastik di areal Pura Jati, Kintamani, Bangli, Jumat (22/2/2019). 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Keberadaan sampah, terutama plastik, sekarang ini menjadi permasalahan yang krusial.

Oleh karena itu, hal ini harus menjadi perhatian dengan adanya tindakan nyata dari semua elemen, baik pemerintah, swasta maupun warga masyarakat guna menghindari bahaya yang bisa ditimbulkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali, Made Teja mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali saat ini mencoba melaksanakan pembersihan sampah plastik dengan menyasar langsung sektor-sektor fasilitas umum seperti areal pura, sungai, danau, pasar dan sebagainya.

Hal ini, kata Teja, dimaksudkan sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk memperhatikan dan memerangi bahaya yang ditimbulkan sampah plastik dalam bentuk aksi nyata bersih-bersih sampah plastik.

Dirinya juga menyampaikan tugas dan kewajiban utama DLH Provinsi Bali dalam penanganan dan pengawasan sampah tidak hanya pada areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Baca: Lapasku Cantik Tanpa Sampah Plastik, Lili: Tidak Hanya di Supermarket, Lapas Juga Bisa

Baca: Denpasar Raih Achievement of Waste Management Karena Kurangi Sampah Plastik

Baca: Kirim 1 Foto Pelaku Buang Sampah Sembarangan Dapat Hadiah Rp 100 Ribu

Untuk itu, dalam rangka memperingati Hari Sampah Nasional yang jatuh tiap tanggal 21 Pebruari, pihaknya melaksanakan aksi bersih-bersih sampah plastik di areal Pura Jati, Kintamani, Bangli, Jumat (22/2/2019).

"Selain dalam memperingati Hari Sampah Nasional, aksi yang dilaksanakan sekarang ini juga merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 terkait pembatasan timbunan sampah plastik sekali pakai, sebagai bahan evaluasi bagi kita sejauh mana sudah menggerakkan masyarakat dan instansi terkait dalam penanganan sampah plastik mengingat bahaya yang ditimbulkan sangat merugikan bagi alam beserta isinya," jelas Teja.

Aksi ini diikuti oleh perwakilan seluruh OPD dilingkungan Provinsi Bali, dan juga melibatkan unsur TNI-POLRI, anggota TP PKK Provinsi, OPD terkait Pemkab Bangli, CSR Swasta serta masyarakat setempat.

Menurut Teja, ke depan aksi serupa akan dilaksanakan secara berkesinambungan guna mewujudkan Bali yang bebas dari sampah plastik.

"Kami berencana melaksanakan aksi seperti ini setiap bulan guna meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan," tegas Teja. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved