Rilis Pengungkapan Kasus di Renon, Polresta Denpasar Berpesan Agar Masyarakat Jauhi Narkoba

23 tersangka kasus narkotika berhasil ditangkap satuan Sat Resnarkoba Polresta Denpasar bersama CTOC Polda Bali

Rilis Pengungkapan Kasus di Renon, Polresta Denpasar Berpesan Agar Masyarakat Jauhi Narkoba
Tribun Bali/Rizal Fanany
Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan didampingi Kasat Reserse Narkoba, Kompol Aris Purwanto menunjukkan barang bukti narkoba berupa sabu dan tembakau gorila, dan menghadirkan 23 tersangka dalam gelar perkara hasil operasi selama bulan Februari di depan Patung Padarakan Rumeksa Gardapati (PRG) kawasan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Minggu (24/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - 23 tersangka kasus narkotika berhasil ditangkap satuan Sat Resnarkoba Polresta Denpasar bersama CTOC Polda Bali 3 minggu terakhir ini.

Rilis pengungkapan kasus narkoba ini dilakukan di depan Patung Anti Premanisme dan Narkotika depan Monumen Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Bali.

Baca: Punya Garis Tangan Langka Berbentuk M? Ternyata Ada Makna Khusus tentang Dirimu di Baliknya

Baca: Air Terjun Campuhan Berubah Warna, Wisatawan Langsung Kabur

Para tersangka ditunjukkan ke masyarakat dengan menggunakan pakaian tahanan kepolisian dengan tangan dan kaki dibalut dengan rantai besi.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan mengatakan kepada awak media saat konferensi pers pada hari Minggu (24/2/2019), agar masyarakat mengetahui para tersangka narkotika yang tertangkap dan jenis narkotika yang diamankan Sat Resnarkoba Polresta Denpasar.

Baca: Berikut Daftar 23 Tersangka Narkoba yang Diungkap Sat Resnarkoba Polresta Denpasar

Baca: Viral! Three Foreigners Climbed Agung Mountain During Eruption

"Seperti yang kita lihat di Renon ini, banyak masyarakat yang ingin sehat berlari-lari, ini yang benar," ujarnya.

"Kami rilis di Renon, di bawah Patung Anti Premanisme dan Narkotika ini supaya masyarakat yang hadir di Lapangan Renon bisa mengetahui para pelaku narkoba ini, dan masyarakat bisa tahu, ini loh narkoba-narkoba jenis sabu, tembakau gorila dan ekstasi," lanjutnya.

Baca: Detik-detik Made Candra Jatuh ke Jurang, Diduga Ada Kejadian Ini Sebelum Akhirnya Hilang

Baca: TRIBUN WIKI - 5 Kutipan Raden Ajeng Kartini tentang Cinta dan Kasih Sayang

Alasan lain rilis ini dilakukan di sana adalah agar masyarakat dapat mengambil pelajaran tidak terjerat barang haram narkoba, dan tidak berkeinginan untuk menggunakannya.

"Supaya masyarakat jangan sampai tergoda atau berkeinginan untuk membeli narkoba, jadi kami kenakan mereka ini sanksi pidana yang berlaku," kata Kombes Pol Ruddi Setiawan.

Baca: SID jadi Band Penutup PICA Fest 2019, Jangan Sampai Ketinggalan Penampilannya

Baca: Peraih Emas Asian Para Games Ikut GFNY Bali, Tak Anggap Kompetisi Hanya Sebagai Latihan Endurance

Sementara itu, dari kasus yang berhasil terungkap, Sat Resnarkoba Polresta Denpasar bersama CTOC Polda Bali telah menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba ini sebanyak 5.832 jiwa.

"Kita bersyukur Sat Resnarkoba Polresta Denpasar bersama CTOC Polda Bali, bisa menyelamatkan generasi muda. Baik generasi muda dan tua, hindari narkoba. hidup sehat tanpa narkoba," tuturnya.(*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved