Izin Tenaga Nuklir Diklaim Sudah Terbit, Diharapkan Bisa Tekan Angka Kasus Kematian karena Kanker

Dengan adanya unit baru pelayanan kanker di RSBM diharapkan bisa menekan angka kasus kematian karena kanker di Bali.

Izin Tenaga Nuklir Diklaim Sudah Terbit, Diharapkan Bisa Tekan Angka Kasus Kematian karena Kanker
Tribun Bali/Istimewa
ilustrasi kanker 121 

Data Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyebutkan, angka prevalensi kanker di Bali tahun 2018 meningkat hingga mencapai angka 2,3 per mil.

Dua jenis kanker paling mematikan yakni kanker serviks dan payudara masih menjadi momok, utamanya bagi kaum perempuan. 

26.414 Warga Terindikasi Kanker

Data terakhir pada tahun 2018, telah dilakukan sebanyak 26.414 deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks melalui metode Infeksi dengan Asetat (IVA).

Dari sekian deteksi tersebut, sebanyak 3,29% atau 868 orang ditemukan IVA Positif.

Lalu, 0,51% atau 135 orang ditemukan benjolan/tumor pada payudaranya melalui (Clinical Breast Examinination).

Sementara, sebanyak 77 orang dinyatakan positif mengidap kanker serviks dan 12 orang positif kanker payudara.

''Secara angka kasus, 4,64 persen atau sebanyak 26.414 jiwa di Bali terindikasi mengidap penyakit kanker paling mematikan ini,'' ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya.

Berdasarkan laju prevalensi yang terus mengalami peningkatan ini, tentu harus dibarengi dengan peningkatan fasilitas pelayanan kesehatannya.

Saat ini, semua pelayanan kanker dengan menggunakan fasilitas memadai (radioterapi) hanya terpusat di RSUP Sanglah.

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved