Kisah Lanang, Remaja Mendoyo Jembrana yang Berjuang demi Pendidikan dan Neneknya

Lanang berjuang tak hanya untuk isi perut dan sekolahnya, namun jua untuk nenek tercinta, Ni Nyoman Westri

Kisah Lanang, Remaja Mendoyo Jembrana yang Berjuang demi Pendidikan dan Neneknya
Istimewa/Kelompok Relawan Jembrana
Kadek Lanang dan neneknya, Ni Nyoman Westri berfoto di depan kamar rumahnya, Minggu (24/2/2019). 

Sepulang sekolah, Lanang bekerja serabutan. Ia lebih sering menjadi buruh angkut kelapa di lokasi wilayah Pasatan yang merupakan perbukitan yang terjal.

"Saya harus kerja agar bisa punya uang bekal sekolah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan nenek saya," ucap Lanang, Minggu (24/2/2019).

Lanang mengaku, neneknya memang menerima dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Namun dana itu tidak cukup karena harus membeli buku dan seragam juga keperluan lainnya.

Sehingga untuk meringankan beban ia memilih bekerja serabutan.

"Saya harus mandiri dan usaha sendiri agar bisa terus sekolah. Jadi nenek tidak terbebani," ungkapnya.

Lanang mengaku, neneknya sakit sejak dua tahun lebih. Sakitnya berawal sejak muncul tahi lalat di pelipis kanan, yang makin hari makin membesar.

Sempat menjalani operasi,  namun luka bekas operasi itu kini infeksi dan sakit.

Bahkan di beberapa bagian tubuh nenek juga muncul benjolan lain. Di kepalanya muncul benjolan seperti kutil atau tahi lalat gatal dan menyiksa.

"Sempat dioperasi tapi sering mengeluh sakit nenek saya," kata dia.

Sementara itu, Kelian Banjar Pasatan, Made Rian Dwi Antara mengaku, kalau Nyoman Westri sudah menerima bantuan dana PKH.

Keluarga Lanang sudah tercatat dan setiap bulan sudah mendapatkan dana itu.

"Iya memang dapat dana PKH," katanya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved