Kronologi Kapal Perang KRI TOM-357 Diganggu Kapal Vietnam Saat Tangkap 4 Kapal Illegal Fishing

Langkah tegas diambil TNI AL (Angkatan Laut), setelah memergoki kapal nelayan Vietnam memasuki Zona Ekonomi Ekslusif di perairan Natuna.

Kronologi Kapal Perang KRI TOM-357 Diganggu Kapal Vietnam Saat Tangkap 4 Kapal Illegal Fishing
ISTIMEWA/Dinas Penerangan Mako Armatim Surabaya
KRI Bung Tomo saat berpatroli di perairan Turki 

TRIBUN-BALI.COM, - Langkah tegas diambil TNI AL (Angkatan Laut), setelah memergoki kapal nelayan Vietnam memasuki Zona Ekonomi Ekslusif di perairan Natuna

Tindakan pengamanan KRI TOM-357  ternyata sempat mendapatkan perlawanan alias digertak dua kapal Pemerintah Vietnam.

Hal itu terjadi ketika Kapal Perang TNI AL menangkap 4 kapal penangkap ikan berbendera Vietnam, Minggu (24/2/2019) pukul 07.40 WIB.

 
“Keempat kapal itu diduga menangkap menggunakan trawl (pukat) di Landas Kontinen Laut Natuna, Indonesia,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Komandan Satgas 115, Susi Pudjiastuti, dalam konferensi persnya, di Bandung, Senin (25/2/2019).

Susi menuturkan, keempat kapal tersebut yakni BV 525 TS dengan muatan 1 palka ikan, BV 9487 TS bermuatan 2 palka ikan, BV 4923 TS dengan muatan 1 palka ikan, dan BV 525 dengan muatan kosong.

Namun, saat KRI TOM-357 sedang menggiring 4 kapal tersebut, terdapat kapal Vietnam Fisheries Resources Surveillance (VFRS) bernama Kiem Ngu 2142124 dan 214263 menerobos masuk ke wilayah ZEE Indonesia.

“Kapal itu melakukan manuver yang mengancam dengan upaya menghalangi pengawalan empat kapal ikan hingga membahayakan KRI TOM-357,” ucap Susi.

Kapal Perang TNI AL Digertak 2 Kapal Vietnam saat Tangkap 4 Kapal Nelayannya, Menteri Susi Geram
Kapal Perang TNI AL Digertak 2 Kapal Vietnam saat Tangkap 4 Kapal Nelayannya, Menteri Susi Geram (Dok DKP)

Setelah dapat mengindar dari manuver tersebut, pasukan TNI AL melanjutkan pengawalan ke Pangkalan Utama TNI AL yang berada di Tanjung Pinang, Riau.

Berdasarkan penelusuran, VFRS merupakan lembaga pemerintahan yang bergerak di bawah Kementerian Pertanian dan Pengembangan Daerah Tertinggal, Vietnam.

VFRS merupakan satuan tugas nonmiliter yang bertanggung jawab untuk melakukan patroli, monitoring dan surveillance, serta menindaklanjuti pelanggaran hukum serta inspeksi pegiatan perikanan di wilayah perairan Vietnam.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved